1 Desember 2022

Terkait Dugaan Korupsi BPSDM Aceh, Polda Akan Panggil Anggota dan Mantan DPRA

Terbaru

BERITA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh akan memanggil, sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  dan mantan DPRA terkait dugaan korupsi beasiswa bersumber dari APBA 2017 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melalui Ditreskrimsus Kombes Margianta menguraikan, penyidik akan memanggil sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  dan mantan DPRA periode 2014 – 2019, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Lantas sumber dana bantuan itu berasal Aspirasi Dewan.

Kombes Pol Margianta menyebutkan, upaya pengusutan dugaan korupsi beasiswa bersumber dari APBA 2017 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh penyidik telah memintai keterangan 200 saksi.

” Intinya penyidik akan panggil Anggota DPRA dan mantan DPRA, yang telah dimintai 200 saksi. Saksi – saksi yang dimintai keterangan, mahasiswa yang menerima bantuan itu,” katanya, Kamis, 24 September 2020.

Dia menyebutkan jumlah saksi-saksi yang akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi BPSDM Aceh berjumlah 400 saksi. Sementara yang telah dimintai keterangan hanya 200 saksi.

“Namun banyak saksi-saksi berada diluar Aceh, sehingga penyidik jadi kendala,” ungkapnya.

Bahkah dari sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan, ada beberapa saksi yang menerima bantuan itu mengembalikan uang.

” Ada yang mengembalikan uang. Tetapi jumlahnya Saya tidak ingat lagi,” ungkapnya.

Berikut nama-nama 24 anggota DPRA dan mantan DPRA Periode 2014 – 2019, antara lain.

Iskandar Usman Al Farlaky sebesar Rp 7,930 miliar dengan 341 calon pemerima.

Dedi Safrizal Rp 4,965 miliar untuk 221 calon pemerima.

Rusli Rp 1,045 miliar untuk 42 calon pemerima.

M Saleh Rp 1,470 miliar untuk 54 orang calon pemerima.

Adam Mukhlis Rp 180 juta untuk 8 calon pemerima.

Tgk Saifuddin Rp 500 juta untuk 19 orangcalon pemerima.

Asib Amin Rp 109 juta untuk 8 orang calon pemerima.

T Hardarsyah Rp 222 juta untuk 10 orang calon pemerima.

Zulfadhli Rp 100 juta untuk 4 orang calon pemerima.

Siti Nahziah Rp 120 juta untuk 9 orang calon pemerima.

Muhibbussubri Rp 135 juta untuk 21 orang calon pemerima.

Jamidin Hamdani Rp 500 juta untuk 16 orang calon pemerima.

Hendriyono Rp 204,7 juta untuk 25 orang calon pemerima.

Yahdi Hasan Rp 534,4 juta untuk 18 orang.

Zulfikar Lidan Rp 90 juta untuk 3 orang calon pemerima.

Amiruddin Rp 58 juta untuk 2 orang calon pemerima.

Ummi Kalsum Rp 220 juta untuk 9 orang calon pemerima.

Jamaluddin T Muku Rp 490 juta untuk 14 orang calon pemerima.

Muhibbussabri Rp 440 juta untuk 13 orang calon pemerima.

Sulaiman Abda Rp 375 juta untuk 6 orang calon pemerima.

Muharuddin Rp 50 juta untuk 2 orang calon pemerima.

Asrizal H Asnawi Rp 80 juta untuk 2 orang calon pemerima.

Azhari Rp 130 juta untuk 4 orang calon pemerima.

Musannif Rp 30 juta untuk 1 orang calon pemerima.

Non Aspirator Rp 2,317 miliar untuk 86 orang calon pemerima.

Kemudian, setelah dilakukan verifikasi oleh LPSDM, mahasiswa yang layak menerima beasiswa adalah 803 orang yang berasal dan jenjang pendidikan D3,D4, S1, S2, dam S3, serta Dokter Spesialis. (Red).

DomaiNesia
Headline

Tim Berpengalaman Diturunkan, Satpol PP-WH Aceh Jaya Berhasil Tangkap 27 Ternak

BERITAACEH.co, Calang - Sejak melakukan penertiban dan penangkapan hewan ternak selama tiga hari di Kecamatan Krueng Sabee, Satuan Polisi...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com