Provinsi Aceh Urutan ke 12 Angka Stunting, 13 Kabupaten Kota di Zona Merah, Dinkes Fokus pada Tiga Kelompok Sasaran

BERITAACEH.co, Banda Aceh – Provinsi Aceh urutan ke 12 Angka Stunting tertinggi di Indonesia. Sementara hasil serve Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 13 Kabupaten Kota berada di Zona merah. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dalam upaya pencegahan stunting harus fokus pada tiga kelompok sasaran, yaitu kelompok remaja putri, ibu hamil, dan balita.

“Hal ini sangat penting untuk mencegah anak lahir stunting,” kata dr Hanif dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya, pada saat sebelum hamil, ada kelompok remaja putri. Pada kelompok ini yang menjadi program prioritas adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) dan rutin screening anemia. Pemberian TTD ini harus diberikan pada semua remaja putri, tingkat SMP dan SMA di seluruh Aceh selama 52 minggu dalam setahun.

“Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya,” ujar dr Hanif.

Kelompok sasaran selanjutnya yang perlu menjadi perhatian di sektor kesehatan yaitu pada ibu hamil. Mulai pemeriksaan kehamilan (ANC) selama 6 kali pada tenaga kesehatan terlatih, dua kali di antaranya harus dilakukan oleh tenaga dokter.

Pada kelompok ketiga, sasarannya adalah anak balita. Di kelompok ini mulai dari pemantauan tumbuh kembang, memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir hingga anak berusia 6 bulan.

“Kemudian juga pemberian makan tambahan protein hewani bagi balita. Tata laksana balita dengan masalah gizi seperti merujuk balita dengan masalah gizi di Puskesmas atau rumah sakit, pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang dan gizi buruk,” jelas dr Hanif.

Hal lain yang penting untuk cegah stunting pada balita adalah upaya cakupan dan perluasan jenis imunisasi pada balita baik imunisasi dasar, rutin, maupun tambahan.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan
Kependudukan (Deputi III) Kemenko PMK, Agus Suprapto menegaskan, berdasar data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, sebanyak 13 Kabupaten Kota di Aceh kategori zona merah.

“Status merah disematkan untuk wilayah yang memiliki prevalensi stunting di atas kisaran 30 persen,” katanya, saat Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI)

Bahkan Gayo Lues, Kota Subulussalam dan Bener Meriah mempunya prevalensi di atas angka 40 persen. Gayo Lues dengan prevalensi 42,9 persen malah bercokol di urutan ke 7 untuk tingkat nasional

Sementara daerah lain yang memiliki angka stunting yang tinggi dan berstatus merah adalah Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Besar serta Aceh Tamiang.

“Pidie nyaris menyentuh dua kali angka prevalensi yang ditolerir Badan Kesehatan Dunia atau WHO yakni 39,3 persen,” ungkapnya.

Selain itu ada 10 kabupaten dan kota yang berstatus kuning dengan prevalensi 20 hingga 30 persen, diurut dari yang memiliki prevalensi tertinggi hingga terendah mencakup Aceh Singkil, Pidei Jaya, Aceh Barat, Kota Lhokseumawe, Aceh Selatan, Simeuleu, Kota Langsa, Bireuen, Kota Sabang serta Kota Banda Aceh. Bahkan, Aceh Singkil dengan prevalensi 29,6 persen serta Pidie Jaya dengan 29,4 persen nyaris berkategori merah.

“Tidak ada satu pun kabupaten atau kota di Aceh yang berstatus hijau dan biru yakni dengan hijau berpravelensi 10 sampai 20 persen dan biru untuk prevalensi di bawah 10 persen,” paparnya.

Hanya Kota Banda Aceh yang memiliki angka prevalensi terendah dari seluruh wilayah di Aceh dengan prevalensi 23,4 persen. Agar sesuai dengan target nasional penurunan angka stunting 14 persen, maka laju penurunan stunting per tahun haruslah di kisaran 3,4 persen.

“Dengan melihat kondisi aktual yang terjadi saat ini, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussaalam ditagih komitmennya di tahun 2024 agar tidak ada kabupaten dan kota di wilayah yang berstatus merah,”.

Padahal stunting merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang tidak optimal sesuai dengan usianya. Anak yang tergolong stunting biasanya pendek walau pendek belum tentu stunting serta gangguan kecerdasan,” terang Agus.

Namun, probematika stunting akan menyebabkan kesenjangan kesejahteraan yang semakin buruk bahkan stunting dapat menyebabkan kemiskinan antar generasi yang berkelanjutan.

“Selain itu stunting dapat menyebabkan meningkatnya resiko kerusakan otak dan menjadi pemicu penderitanya terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit yang berkaitan dengan jantung di masa dewasa si anak,” ulasnya lagi.

Dengan ancaman Tambah Agus, kesehatan dan kecerdasan, maka generasi yang terkena stunting akan mengalami berbagai permasalahan dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin beragam kedepannya. Pungkasnya

Ke 12 Provinsi yang memiliki angka prevalensi dan angka absolut stunting tertinggi di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Utara (Sultra), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumatera Utara. (ADV)

 

 

Berita Terbaru

Bagaimana Cara Download Whatsapp Aero Apk Mod di Android

BERITAACEH.co,- Apakah kalian semuanya sudah pada mengetahui bahwasannya ada salah satu tool sederhana yang mampu berkirim-kiri pesan pendek dalam...

Kebakaran di Peunayong, Pj Wali Kota Apresiasi Gerak Cepat Petugas Damkar

BERITAACEH.co | Banda Aceh,– Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq ikut memantau langsung proses pemadaman api yang membakar...

Rapat Paripurna Tentang Usulan PAW Wakil Ketua II DPRK Aceh Selatan Dinilai Cacat Hukum

BERITAACEH.co | Aceh Selatan,- Rapat paripurna tentang usulan pemberhentian Wakil Ketua II DPRK Aceh Selatan sisa masa jabatan 2019-2024...

Liga 2 Indonesia Dihentikan, Izin Pakai Stadion Dimurthala Dicabut

BERITAACEH.co | Banda Aceh,- Persiraja Banda Aceh kini tidak memiliki stadion kandang lagi. karena Pemerintah Kota Banda Aceh mencabut...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Car Free Day Banda Aceh Kembali Digelar Pekan Ini

BERITAACEH.co, | Banda Aceh – Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Banda Aceh kembali digelar...

Gunakan Beberapa Aplikasi Internet Gratis Terbaik Saat Ini

BERITAACEH.co,- Aplikasi internet gratis. Siapa sih yang gak suka gratisan, pasti semuanya mau dong. Mimin aja mau kalo dikasih...

Berita Daerah

Kebakaran di Peunayong, Pj Wali Kota Apresiasi Gerak Cepat Petugas Damkar

BERITAACEH.co | Banda Aceh,– Pj Wali Kota Banda Aceh...

Rapat Paripurna Tentang Usulan PAW Wakil Ketua II DPRK Aceh Selatan Dinilai Cacat Hukum

BERITAACEH.co | Aceh Selatan,- Rapat paripurna tentang usulan pemberhentian...

Berita Pemerintahan
Pariwara