10 Desember 2022

Masjid Bato di Marawi yang hancur dalam pengepungan kelompok Maute yang pro-ISIS

Terbaru

BERITAACEH – Pemerintah Filipina berkomitmen untuk membangun kembali 31 masjid di Kota Marawi setelah tiga tahun terakhir banyak bangunan suci tersebut hancur karena operasi pengusiran Kelompok Maute yang pro-ISIS.

Walikota Marawi, Majul Gandamra mengatakan, pembangunan masjid-masjid tersebut sangat penting. Menjadi bagian dari pembangunan kota bagian selatan yang selama ini dilanda “perang” atau konflik antara pihak berwenang dengan kelompok teroris.

“Ini adalah perkembangan yang disambut baik. Pendirian masjid yang hancur di dalam area yang paling terkena dampak (MAA/most affected area) atau ground zero sangat penting bagi kami,” ujar Gandamra kepada Arab News, Sabtu (25/7).

Adapun pembangunan kembali masjid-masjid di Kota Marawi, Provinsi Lanao Del Sur tersebut diperkirakan akan menelan biaya hingga 105 juta peso Filipina atau Rp 31 miliar (Rp 295/peso Filipina).

Pengumuman pembangunan kembali masjid tersebut dilakukan setelah Sekretaris Pemukiman dan Pembangunan Perkotaan Eduardo del Rosario melakukan kunjungan ke Marawi baru-baru ini untuk memeriksa pemulihan di dalam MAA.

Del Rosario mengatakan, perintah untuk membangun kembali masjid didasarkan pada arahan Presiden Rodrigo Duterte.

“Itu adalah instruksi Presiden Rodrigo Duterte dan itu akan dilakukan,” kata Del Rosario yang bertemu dengan klan Kota Marawi yang memelihara dua masjid terbesar di sana, Masjid Dansalan Bato Ali dan Masjid Agung atau Islamic Centre.

Lebih lanjut, Del Rosario yang juga Kepala Satuan Tugas Rehabilitasi Marawi, mengatakan, akan ada tim yang ditugaskan untuk melakukan penilaian terhadap 31 masjid yang rusak. Nantinya, masjid-masjid tersebut akan dimasukkan ke dalam tiga kategori, yaitu rekonstruksi total, perbaikan parah, perbaikan ringan.

Namun, sebanyak enam dari 31 masjid akan menjadi prioritas. Termasuk Masjid Bato yang ikonik dan Masjid Agung.

Menurut insinyur pemerintah, struktur asli Masjid Bato harus dihancurkan dan dibangun kembali. Pasalnya masjid tersebut menjadi korban pengepungan penyanderaan kelompok Maute selama lima bulan. Sementara Masjid Agung sendiri membutuhkan perbaikan.

“Selama pertemuan bulan Maret antara kami dengan presiden, ia menyebutkan bahwa kita harus mengutamakan pembangunan masjid yang terkena dampak. Saya senang mengumumkan bahwa kami mendapat sumbangan pribadi untuk ini,” kata Del Rosario.

Walikota Gandamra mengatakan ia yakin pemerintah dapat memenuhi komitmennya, meskipun ada larangan pencairan dana publik untuk pembentukan struktur keagamaan di bawah hukum Filipina.

“Jadi kami melibatkan sektor swasta seperti dalam kasus Masjid Bato dan Masjid Agung, yang telah disetujui beberapa perusahaan swasta untuk membantu mendukung pembangunan masjid-masjid besar ini di ground zero. Jadi kami sangat senang dengan perkembangan ini,” ungkapnya.

Sejak 23 Mei hingga Oktober 2017, kelompok Maute mengepung Marawi. Lebih dari 1.000 militan, pasukan pemerintah dan warga sipil terbunuh. Kota Marawi yang dulunya ramai menjadi hancur, membuat 100 ribu orang meninggalkan rumah mereka. (Sumber: rmol.id).

DomaiNesia
Headline

Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Dengan PT SBA Lhoknga Terabaikan, Pemkab Aceh Besar Buang Badan

BERITAACEH.co, Aceh Besar | Masyarakat Kecamatan Lhoknga Aceh Besar, mempertanyakan terkait sengketa tanah ulayat dan Tanah Masyarakat Lhoknga, dengan...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com