9 Desember 2022

Kejati Aceh Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan Muara Situlen – Gelombang Cs

Terbaru

BERITAACEH | Kejaksaan Tingi (Kejati) Aceh menahan empat tersangka dugaan korupsi Proyek jalan Muara Situlen Gelombang Cs, Aceh Tenggara sumber anggaran Otonomi Khusu (OTSUS) Tahun 2018. Tersangka, ditahan di Rutan Khaju Aceh Besar.

Keempat tersangka, JNK Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Proyek peningkatan jalan Muara Situlen – Gelombang Cs,  S.A menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) V Aceh Tenggara, K.N alias SG sebagai rekanan  Direktur Utama CV Beru Dinam, selanjutnya K.I sebagai rekanan Direktur utama PT. Pemuda Aceh Kontruksi.

Kajati Aceh Muhammad Yusuf mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi pada peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang Cs Aceh Tenggara sumber anggara Otonomi Khusu (Otsus) Kabupaten/Kota Tahun anggaran 2018. Namun pada tahun 2020 Kejati Aceh melakukan penyelidakan akhirnya menetaapkan empat tesangka.

Proyek Peningkatan Jalan Muara-Situlen-Gelombang Cs Aceh Tenggara sumber anggara Otsus Tahun 2018 pada Dinas PUPR Aceh, dimenangkan PT. Pemuda Aceh Konstruksi dengan nilai penawaran sebesar Rp. 11.687.817.000. Dengan total sama dengan penambahan pekerjaan yaitu sebesar Rp. 4.421.049.006,63, adanya terjadi perubahan kontrak tersebut telah melebihi 10 persen, dari keseluruhan pekerjaan utama yaitu Sebesar 41,61 persen.

“Setelah dilakukan rekayasa lapangan maka jumlah total harga pekerjaan masing-masing terjadi perubahan, untuk kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen-Gelombang jumlah total harga pekerjaan awalnya sebesar Rp.10 milyar, berubah berkurang menjadi Rp.2.132.692.000,” katanya, Senin, 15 Maret 2021.

Untuk kegiatan Peningkatan Jalan Kuta Batu-Kuta Cingkam II jumlah total harga pekerjaan awalnya sebesar Rp.1.687.817.000.00, berubah meningkat menjadi Rp.9.555.124.000. Dalam surat perjanjian kontrak kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang CS, tiga kali terjadi perubahan atau Addendum, dan  telah selesai dilaksanakan dan diserahterimakan serta dilakukan pembayaran sebanyak tiga kali.

“Pencairan uang muka sebesar Rp. 2.337.563.400 pada tanggal 5 September 2018, Termin I sebesar Rp.5.120.140.432, pada tanggal 28 November 2018, Termin akhir sebesar Rp.4.230.113.168, pada tanggal 26 Desember 2018,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ahli teknis, ditemukan jumlah total harga berdasarkan hasil perhitungan volume terpasang serta mutu yang sesuai persyaratan kontrak dan spesifikasi umum Bina Marga sebesar Rp. 6.383.328.220, dari nilai kontrak sebesar Rp.11.687.817.000.

“Untuk saat ini perhitungan Kerugian Keuangan Negara masih dalam perhitungan dari auditor BPKP Perwakilan Aceh,” jelasnya.

Keempat tersangka akan dijerat dengan, Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atau subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Para tersangka, akan dilakukan penahanan di Rutan Khaju Kelas II, selama 20 hari sejak tanggal 15 Maret 2021 s/d 03 April 2021,” papar Kajati Aceh.

DomaiNesia
Headline

Link Download SBO TV Apk Nonton Streaming Bola Gratis

BERITAACEH.Co | Teknologi,- SBO TV adalah salah satu aplikasi yang akan bisa kalian gunakan untuk melakukan siaran langsung dari...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com