5 Desember 2022

Inilah Nama – Nama Istri Nabi Muhammad SAW, Sifatnya Yang Mulia

Terbaru

Khadijah bintu Khuwailid adalah seorang wanita yang berasal dari bangsa Quraisy  Beliau lahir pada tahun 68 sebelum hijrah. akan tetapi beliau terkenal memiliki kemuliaan, baik dari segi Nasab maupun akhlaknya. Usia Pernikahan Khadijah dengan Nabi berbeda pendapat, satu pendapat menyatakan, usia Nabi Muhammad Saw 25 tahun, sedangkan Khadijah sendiri berusia 35 tahun. Sedangkan pendapat lain Khadijah berusia 40 tahun.

Saudah bintu Zam’ah bin Qais, merupakan wanita yang dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam setelah Khadijah wafat. Saudah bintu Zam’ah bin Qais  merupakan janda dari seorang sahabat bernama Sakran bin Amr Al-Amiry. Saudah bintu Zam’ah bin Qais  wafat pada akhir kekhilafan Umar, tepatnya tahun 54 hijriyah di Madinah.

A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiq, adalah satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam keadaan masih gadis atau perawan. Dia adalah istri Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wa sallam yang paling paham tentang agama serta yang paling pandai, bahkan secara mutlak dia adalah wanita terpandai di antara para wanita lainnya.

Nabi menikah dengan A’isyah bintu Abi Bakr As-Shiddiqpada bulan Syawal tahun 11 setelah kenabian, tepatnya dua tahun lima bulan setelah peristiwa hijrah.

A’isyah bintu Abi Bakar As-Shiddiq wafat pada tanggal 17 ramadhan tahun 57 H. Akan tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa dia wafat pada tahun 58 H dan makamnya berada di Baqi’.

Hafshah bintu Umar bin Khatab, adalah memiliki kepribadian yang kuat seperti sang ayah. Selain itu, dia juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, juga kuat beribadah dan berpuasa, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita.

Dia adalah seorang janda, di mana suaminya yang bernama Khunais bin Khudzafah As-Sahmi telah meninggal sekitar tahun 2-3 Hijriyah pada saat terjadinya perang badar

Hafshah bintu Umar bin Khatab  menikah dengan Nabi Muhammad SAW, berusia 21 tahun. Pernikahan tersebut terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah. Hafshah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Nabi Muhammad SAW selama 8 tahun, dan ketika usianya menginjak 29 tahun.

Hafshah bintu Umar bin Khatab  meninggal pada usia 63 tahun, tepatnya pada masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, yaitu tahun 45 H di Madinah, dan jenazahnya dimakamkan di Baqi’.

Zainab bintu Khuzaimah, wanita terkenal dengan kedermawanan yang ia miliki, sehingga ia mendapatkan gelar sebagai Ummul Masakin (ibunya orang-orang miskin). Belia berasal dari bangsa Quraisy dan merupakan janda dari seorang pahlawan pada masa terjadinya perang uhud yang bernama Abdullah bin Jahsy,

Zainab bintu Khuzaimah  dinikahi Nabi Muhammad Saw pada bulan Ramadhan tahun 3 Hijriyah, akan tetapi ketika pernikahan tersebut belum mencapai 8 bulan, Zainab bintu Khuzaimah meninggal dunia pada bulan Rabiul Akhir tahun 4 Hijriyah, berusia 30 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Baqi’.

Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah, adalah putri dari seorang Quraisy yang paling dermawan bernama Umayyah bin al-Mughirah yang dilahirkan pada tahun 24 sebelum Hijrah.

Sebelum menikah Ummu Salamah merupakan istri dari seorang Muhajirin yang pertama kali memeluk islam yang bernama Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi al-Qurasyi. Akan tetapi pada tahun 4 Hijrah, Abu Salamah meninggal dunia. Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah dia berusia 28 tahun, yaitu sekitar tahun 4 H.

Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha adalah wanita yang menawan dan juga cerdas. Dia selalu memberikan dukungan dan saran  kepada Nabi Muhammad Saw ketika sedang berdakwah.

Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha meninggal di usia 85 tahun, yaitu pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah pada tahun 61 H. jenazahnya dimakamkan di Baqi’.

Zainab bintu Jahsy bin Rabab, merupakan salah satu istri Nabi Muhammad SAW yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Zainab bintu Jahsy bin Rabab  yang bernama Umayyah binti Muththalibadalah putri dari paman Nabi Muhammad Saw, Dia terkenal sebagai ahli ibadah dan wanita yang gemar bersedekah.

Dia adalah istri dari Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat dari Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam. Akan tetapi dalam pernikahan mereka terdapat ketidakcocokan sehingga keduanya pun bercerai.

Pernikahan tersebut terjadi pada bulan Dzul Qa’dah tahun 5 H. akan tetapi ada pendapat yang menyatakan bahwa Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Zainab bintu Jahsy bin Rabab  menikah pada tahun 6 H.

Zainab bintu Jahsy bin Rabab meninggal pada usia 53 tahun, yaitu pada Tahun 20 H, dan jenazahnya dimakamkan di Baqi’.

Juwairiyah bintu Al-Harits, merupakan seorang wanita yang berasal dari kelompok Yahudi Bani Musthaliq. Ayahnya yang bernama Harits bin Abi Dhirar merupakan pemimpin kaum tersebut kala itu. Sebelum memeluk islam, nama Juwairiyah bintu Al-Harits adalah Barrah.

Juwairiyah bintu Al-Harits  adalah janda dari Musafi’ bin Shafwan yang meninggal dalam peperangan yang terjadi antara pasukan Nabi Muhammad Saw dengan Bani Musthaliq di lembah Al-Muraisi yang merupakan Salah satu daerah sumber air bagi bani Musthaliq.

Juwairiyah bintu Al-Harits  dianggap sebagai wanita yang paling berkah bagi kaumnya, karena setelah pernikahannya dengan Nabi Muhammad SAW, banyak sahabat Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang membebaskan budak mereka yang berasal dari Bani Musthaliq.

Juwairiyah bintu Al-Harits  meninggal pada tahun 56 H di Madinah. Waktu itu pemerintahan dipegang oleh Khalifah Muawiyah.

Ummu Habibah bintu Abi Sufyan, adalah saudara sepupu dari Utsman Bin Affan. Ibunya yang bernama Shafiyah bintu Abil ‘Ash adalah saudara dari Affan yang merupakan ayah dari Utsman.

Sebelum menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Ummu Habibah bintu Abi Sufyan telah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy. Akan tetapi suaminya tersebut meninggal di Habasyah. Dari pernikahannya itu, Ummu Habibah bintu Abi Sufyan dikaruniai seorang putri yang bernama Habibah.

Ummu Habibah bintu Abi Sufyan meninggal pada masa khalifah Muawiyyah pada tahun 44 H di Madinah.

Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab, berasal dari bangsa Yahudi Bani Nadzir yang tinggal di daerah Khaibar yang letaknya sekitar 120 km ke utara kota Madinah. Daerah tersebut terkenal sebagai sebuah kota besar yang di dalamnya terdapat kebun-kebun kurma yang sangat luas serta benteng-benteng yang sangat banyak. Ayahnya yang bernama Huyai bin Akhtab merupakan kepala suku dari Bani Nadzir.

Sebelum menikah dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab pernah menikah dengan dua lelaki, yang pertama dengan Salam bin Masykam ketika ia belum masuk islam, dan setelah berpisah, lalu Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab menikah dengan Kinanah bin Abil Haqiq yang akhirnya terbunuh ketika kaum muslimin menaklukan Bani Nadzir. Sementara itu, Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab menjadi salah satu budak tawanan.

Pernikahan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dengan Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab terjadi pada tahun 7 H, yaitu setelah Bani Nadzir berhasil ditaklukkan.

Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab disebut sebagai wanita Shadiqah oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang artinya adalah wanita yang jujur imannya. Shafiyah bintu Huyai bin Akhtab meninggal pada tahun 50 H dan dimakamkan di Baqi’.

Maimunah bintu Al-Harits, adalah saudara dari ibu kandung Khalid bin Walid yang bernama Lubabah As-Shugra. Selain itu, juga merupakan saudara seibu dari istri Nabi Muhammad Saw yang bernama Zainab bintu Khuzaimah.

Pernikahan antara Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dengan Maimunah bintu Al-Harits pada bulan Dzul Qo’dah tahun 7 H, seusai umrah qadha.

Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anhu meninggal pada tahun 61 H di Saraf, yaitu ketika beliau sedang dalam perjalanan pulang dari ibadah haji. Jenazahnya dimakamkan di Saraf.

 Mariyah Al-Qibtiyah, merupakan hadiah yang diterima Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dari raja Muqauqis sebagai jawaban atas surat Beliau yang mengajaknya untuk memeluk agama islam.

Dari Mariyah Al-Qibtiyah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mendapatkan seorang putra yang bernama Ibrahim. Akan tetapi Ibrahim meninggal ketika usianya belum genap 2 tahun.

Mariyah Al-Qibtiyah meninggal pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab, dan jenazahnya dimakamkan bersama para istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam lainnya.

Raihanah binti Zaid Al-Quradziyah, awalnya adalah seorang tawanan dari Bani Quraidzah, lalu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menjadikannya sebagai budak. Akan tetapi pendapat yang lain menyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah membebaskan Raihanah bintu Zaid Al-Quradziyah lalu menjadikannya istri. (Dikutip Berbagai Sumber)

 

Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW

DomaiNesia
Headline

Link Download SBO TV Apk Nonton Streaming Bola Gratis

BERITAACEH.Co | Teknologi,- SBO TV adalah salah satu aplikasi yang akan bisa kalian gunakan untuk melakukan siaran langsung dari...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com