1 Desember 2022

Awal Tahun Polda Aceh Ungkap Jaringan Narkotika Internasional

Terbaru

BERITAACEH | Awal tahun 2021 Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh, berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional jenis sabu-sabu. Selain itu Polda Aceh juga berhasil mengamankan enam tersangka, dan 61 Kg Sabu-sabu diamankan.

Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil mengatakan, pengungkapan kasus tersebut terjadi di dua tempat terpisah, yaitu di depan terminal Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dan di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

“Pengungkapan puluhan kilo gram narkotika tersebut berawal dari adanya informasi yang diterima personil gabungan Polda Aceh beserta jajaran tentang adanya pendaratan narkotika via laut oleh pelaku jaringan International,” katanya, saat konferensi Pers di Aula Serbaguna Mapolda Aceh, Rabu, (6/1/2021).

Sambung Kapolda Aceh, kemudian tim gabungan melakukan penghadangan dan memberhentikan mobil yang diduga kurir tersebut di depan terminal Lhoksukon, Aceh Utara. Dalam penghadangan tersebut petugas berhasil menangkap lima orang tersangka dan didapati 15 kg sabu.

“Di TKP Lhoksukon petugas berhasil mengamankan 15 kg sabu beserta lima orang tersangka, yaitu FKH (29), AMD (27), ND (55), EDF (28), dan MHD (35),” jelasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas di Lhoksukon berupa narkotika jenis sabu seberat 15 kg, 3 unit HP Nokia, 1 unit HP Android, 1 unit mobil Daihatsu Xenia dengan Nopol BL 1601 BN, 1 unit HP satelit merk Thuraya, 1 unit GPS, dan 1 unit Bout nelayan jenis Oskadon.

Selnjutnya melakukan pengembangan dengan kontrol delivery, tim opsnal kembali berhasil menangkap satu tersangka lainnya berinisial RS (41) di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, serta mengamankan 46 kg sabu.

Tambah Kapolda Aceh, di Aceh Timur petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 46 kg, 1 pucuk senjata api jenis revolver beserta 5 butir amunisi, 1 unit mobil Honda CRV dengan Nopol BK 1348 AAS, 2 unit HP Nokia kecil, dan 1 unit HP Vivo.

“Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), subs pasal 115 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat pidana mati,” tegasnya.

Acara konferensi Pers tersebut ikut dihadirkan Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Raden Purwadi, S.H, Kasdam IM Brigjen TNI Joko Purwo Putranto, M. Sc, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Marzuki Alba, Kajati, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Ka BNNP, Kakanwil Bea Cukai, Kakesbangpol Aceh beserta sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh.

DomaiNesia
Headline

Tim Berpengalaman Diturunkan, Satpol PP-WH Aceh Jaya Berhasil Tangkap 27 Ternak

BERITAACEH.co, Calang - Sejak melakukan penertiban dan penangkapan hewan ternak selama tiga hari di Kecamatan Krueng Sabee, Satuan Polisi...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com