29 November 2022

APBA Tahun 2020 Rp 17,279 Triliun, Angka Kemiskinan Provinsi Aceh Tertinggi di Sumatera

Terbaru

BERITAACEH | Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh meriliskan angka kemiskinan di Provinsi Aceh teringgi di Sumetara. Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) yang dikucurkan pada tahun pada tahun 2020 mecapai Rp 17,279 triliun lebih.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Ihsanurrijal mengatakan, penduduk miskin di Provinsi Aceh meningkat 19 ribu orang pada September 2020. Secara persentase, angka kemiskinan sebesar 15,43 persen atau tertinggi di Sumatera.

“September 2019 tahun lalu sebelum terdampak COVID-19, kemiskinan Provinsi Aceh sebesar 15,01 persen, kemudian turun pada Maret 2020 menurun sebesar 14,99 persen, dan September 2020 dengan adanya pandemi COVID-19 tidak hanya Provinsi Aceh tapi juga nasional, kemiskinan Provinsi Aceh meningkat menjadi 15,43 persen,” Kata Ihsanurrijal saat konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020, jumlah 6,59 persen, lebih tinggi dibanding Februari 2020, jumlah 5,42 persen. Selanjutnya, sebanyak 388 ribu penduduk usia kerja 10,01 persen, terdampak COVID-19 pada Agustus 2020.

“Bantuan sosial pusat dan daerah relatif berjalan dengan baik, sehingga kemiskinan tidak semakin parah,” ujarnya.

Bila dilihat persentase penduduk miskin menurut provinsi di Pulau Sumatera, Provinsi Aceh, menduduki peringkat nomor satu. Kemiskinan Aceh 15,43 persen lalu diikuti Bengkulu 15,30 persen dan Sumatera Selatan 12,98 persen.

“Untuk diketahui, jumlah penduduk miskin di Aceh pada Maret 2020 sebesar 14,99 persen atau nomor dua di Sumatera. Provinsi dengan penduduk miskin tertinggi saat itu adalah Bengkulu yaitu 15,03 persen,” tegasnya.

Dia menyebutkan, jumlah penduduk miskin Provinsi Aceh pada September 2020 sebanyak 833,91 ribu orang. Jumlah itu bertambah 19 ribu orang dibandingkan Maret 2020 yakni 814,91 ribu orang, didominasi kawasan perkotaan dan pendesaan.

“Dalam enam bulan tersebut, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan dan perkotaan mengalami kenaikan, naik sebesar 0,47 poin atau dari 9,84 persen menjadi 10,31 persen. Sedangkan di daerah pedesaan angkanya naik 0,50 poin atau dari 17,46 persen menjadi 17,96 persen,” ungkapnya.

Pengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan, disebabkan Komoditi makanan pokok, seperti bera,  ikan tongkol tuna, cakalang dan , rokok termasuk biaya perumahan, bensin, dan listrik.

“Dugaan ada beberapa faktor penyebab jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh bertambah. Di antaranya ekonomi Aceh pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,10 persen dibanding triwulan III-2019 (y-on-y),” jelasnya.

Rician APBA Yang Dikucurkan 2020-2021   

Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2020 sebesar Rp 17,279 triliun lebih. Sedangkan APBA 2019 yang hanya Rp 17,104 triliun.

Dapat dirincikan sesuai data yang telah ditetapkan dewan, APBA 2020 tersebut berupa pendapatan Aceh sebesar Rp Rp 15,457 triliun, dan belanja Aceh Rp 17,279 triliun. Artinya terdapat surplus atau defisit sebesar Rp 1,822 triliun.

Kemudian, terdapat pembiayaan Aceh yang terdiri dari penerimaan mencapai Rp 1,822 triliun, dengan tidak adanya pengeluaran (Rp 0) miliar. Setelah dikurangi maka muncul pembiayaan netto Rp 1,822 triliun. Sehingga menutupi defisit APBA 2020 tersebut.

Sesuai dengan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (R-APBA) 2020 yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh, dan sudah dibahas oleh Banggar DPRA, maka dapat dirincikan: Pendapatan Aceh untuk tahun anggaran 2020 yaitu: Pendapatan Asli Aceh (PAA), sebesar Rp 2,624 triliun.

Dana Perimbangan sebesar Rp 3,994 triliun. Lain-lain Pendapatan Aceh yang sah direncanakan sebesar Rp 8,838 triliun. Sedangkan untuk belanja Aceh 2020 yang telah direncanakan oleh Pemerintah Aceh sesuai dengan nota keuangan R-APBA 2020 adalah sebagai berikut.

Urusan Wajib Pelayanan Dasar, dengan total belanja sebesar Rp 8,043 triliun. Untuk urusan Wajib Pelayanan Non Dasar sebesar Rp 1,238 triliun. Urusan Keistimewaan dan Kekhususan Aceh, dengan total pagu belanja sebesar Rp 816 miliar lebih. Kepentingan pilihan, total pagu belanjanya Rp 1,418 triliun.

Kemudian, untuk urusan penunjang, dengan total pagu belanja sebesar Rp 5,284 triliun. Urusan pendukung sebesar Rp 4,531 triliun. Selanjutnya, urusan Kesatuan Bangsa dan Politik, dengan total pagu Belanja sebesar Rp 25,539 miliar..

Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2021 Rp 14,1 triliun, belanja Aceh Rp 16,9 triliun serta defisit/surplus Rp 2,8 triliun. Selain itu, pada bagian pembiayaan Aceh jumlah penerimaan Rp 2,8 triliun, pengeluaran Rp 80 miliar serta pembiayaan netto Rp 2,8 triliun.

DomaiNesia
Headline

Tim Berpengalaman Diturunkan, Satpol PP-WH Aceh Jaya Berhasil Tangkap 27 Ternak

BERITAACEH.co, Calang - Sejak melakukan penertiban dan penangkapan hewan ternak selama tiga hari di Kecamatan Krueng Sabee, Satuan Polisi...
DomaiNesia

Sebelumnya

www.domainesia.com