Diiming-iming Dapat Mengobati Suami Sedang Sakit, Oknum Dukun Akhirnya Dicambuk

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Trisno Muhammadi bin Yekti Kahon (53), oknum dukun warga Desa Pulo Geuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya dicambuk. Sebelumnya sempat dilaporkan pencabulan, diiming-iming dapat mengobati suami korban sedang sakit.

Pelaksana Uqubat cambuk kasus jarimah takzir atau pencabulan yang dilaksanakan di halaman kantor kerjari, Kamis (09/06/2022). Eksekusi cambuk sebanyak 25 kali terhadap terdakwa Trisno Muhammadi bin Yekti Kahon (53), karena terbukti melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Trisno Muhammadi bin Yekti Kahon sebelumnya dinyatakan terbukti bersalah karena melakukan pelecehan seksual  atau melanggar Pasal 46 Qanun (Perda) Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Ayu diah kepada wartawan usai acara eksekusi cambuk menyampaikan, Sesuai putusan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon Nomor: 15/JN/2020/Ms.Lsk Tanggal 25 Mei 2022, TM divonis sebanyak 30 kali hukuman cambuk.

“Hukuman Uqubat Ta’zir Cambuk kepada Terdakwa sebanyak 30 Kali, di kurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Sementara, yang telah dijalani terdakwa selama lima bulan, dan setelah dikurangi hukuman yang harus dijalani terhukum adalah sebanyak 25 kali cambukan”, sebut Diah.

Korban melaporkan kejadian pencabulan tersebut pada 2021. Terpidana ditangkap awal 2022 setelah cukup alat bukti.

Pencabulan dengan motif pengobatan tersebut terjadi di Desa Pulo Geuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada 2017 lalu.

“Saat itu, terpidana berdalih bisa mengobati korban agar suami korban tetap setia. Dengan segala bujukan terpidana, korban akhirnya mau menuruti proses pengobatan tersebut hingga pencabulan itu terjadi,” sebutnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan