Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang Pimpin Rapat, Ini yang Dibahas

  • Bagikan

BERITAACEH.CO, Kualasimpang | Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berupaya memulangkan Lili Herawati (25), tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dilaporkan disekap dan tidak digaji selama delapan tahun di Malaysia.

Rapat yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Tri Kurnia ini dilangsungkan di Ruang Rapat Bupati Aceh Tamiang, Jumat (27/5/2022).

Tri menjelaskan tujuan rapat ini untuk mencari kronologis kejadian sesungguhnya.

Dalam rapat itu disimpulkan, pemerintah daerah akan berupaya maksimal untuk memperjuangkan hak Lili yang dirampas majikannya.

Sejumlah satuan kerja dilibatkan, misalnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial, Bagian Kesra hingga Camat Bandarpusaka dan Datok Penghulu Kampung Blangkandis.

Tri berharap satuan kerja yang dilibatkan bisa mencari tahu status migran Lili di Malaysia, termasuk perusahaan yang memberangkatkannya ke Malaysia.

“Pak Bupati secara khusus memberi amanah selesaikan persoalan ini dengan cepat. Beliau sedang di luar kota, sehingga diamanahkan kepada saya untuk mengadakan rapat ini,” kata Tri Kurnia.

Dikatakan Tri, harus diakui persoalan TKI ini berat, karena bisa saja perusahaannya sudah tutup. “Tapi intinya bagaimana caranya kita harus memulangkan dia secepatnya,” kata Tri.

Langkah cepat ini perlu dilakukan karena berdasarkan informasi terkahir, Lili saat ini masih ditampung di rumah penduduk.

Dia menilai keselamatan Lili belum terjamin sebelum bisa ditampung di KBRI.

“Kemudian mengenai hak, kalau memang dia menginginkan haknya diperjuangkan, artinya ada konsekuensi yang harus diterima, misalnya pulang ke Indonesia lebih lama,” jelasnya.

Dalam rapat itu, seluruh satuan kerja yang dilibatkan meminta Datok Penghulu Kampung Blangkandis, Rusli membuat laporan kronologis dengan jelas.

Laporan ini nantinya akan dikirim ke Banda Aceh untuk selanjutnya diteruskan KBRI untuk membantu proses pemulangan.

Rusli sendiri mengungkap dugaan penyekapan dan penyiksaan ini pertama kali ia terima dari Ketua DPD Persaudaraan Aceh Seranto (PAS) Aceh Timur, Zulkifli pada Rabu (25/5/2022).

Melalui pesan singkat, Zulkifli melaporkan ada TKI di Malaysia asal Kampung Blangkandis, Kecamatan Bandarpusaka yang menjadi korban penyekapan, penyisakaan oleh majikannya.

“Tak lama setelah pak Zulkifli, pak Asrizal Asnawi juga menelepon saya, kasih tahu hal serupa,” kata Rusli di hadapan peserta rapat.

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga kepada Rusli, Lili hanya terhubung tiga bulan pertama sejak berangkat ke Malaysia delapan tahun lalu.

“Bulan keempat langsung putus komunikasi, termasuk gajinya selama bekerja tidak dibayar,” ungkap Rusli.

Diungkapkannya lagi kalau Lili dijanjikan gaji Rp2,3 juta per bulan. “Ada informasi tunggakan gaji ini akan dituntut sepenuhnya,” kata Rusli.

  • Bagikan