Dana CRS BSI Aceh Tahun 2021 Mencapai 5 Miliar, JaRA Berharap Pengelolaan Harus Terbuka

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Tahun pertama Bank Syariah Indonesia (BSI) beroperasi di Aceh mampu mengumpulkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mencapai lima miliar.

Kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, Senin (23/5/2022) menyebutkan, ditahun pertama BSI beroperasi mampu mengumpulkan dana CSR mencapai Lima milyar. Namun anggaran itu diperuntukan untuk pendidikan, bantuan ke Dayah, Mesjid, desa binaan di Aceh Timur dan gerai Vaksin.

“Untuk bantuan pendidikan diberikan ke Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, sedang bantuan lainnya seperti Sumut Bor di Dayah atau Pesantren,” katanya, ketika diskusi bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh.

Dia menyebutkan, Dana CSR diperuntukkan kepada masyarakat, juga bantuan sosial lainya. Sehingga masyarakat dapat menikmati dan bermanfaat.

“Kedepan BSI akan mengait program sumber CSR, seperti sektor perternakan dan beberapa sektor lain,” tegas Wisnu.

Sementara Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Rakyat Aceh (LSM JaRA), berharap pengelolaan dana CSR BSI harus terbuka, sekaligus berdampak pemberdayaan masyarakat Aceh.

“Masyarakat sangat membutuhkan, termasuk pengangguran di Aceh meningkat, artinya pengelolaan dana itu harus diberdayakan Pemuda-pemudi di Aceh,” harap Humas JARA Aceh Razali S.A.B.

Razali berharap, tahun depan pengelolaan dana CSR harus mampu menunjukkan program yang didanai CSR, sepeti mengukir tenaga ke ahlian Pemuda-pemudi di Aceh. Bukan hanya akan tetapi program didanai CSR sumber ekonomi rakyat.

“Seharusnya dana CSR banyak program yang harus digarap, termasuk pembinaan lain. Sehingga masyarakat dapat merasakan dana CSR yang dikucurkan BSI,” ungkapnya.

Sebelumnya pada 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh diberikan target untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,4 triliun.

Dari target itu, BSI Aceh berhasil menyalurkan Rp 1,61 triliun, dimana melebihi target yang ditentukan BSI Pusat. Untuk tahun 2022 ini, BSI Regional Aceh mendapat kuota KUR sebesar Rp 2,4 triliun.

Secara nasional penyaluran pembiayaan BSI sepanjang 2021 mencapai Rp 171,29 triliun, naik 9,32 persen year-on-year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 156,70 triliun.

BSI Regional Aceh, tahun 2021 dari sisi pembiyaan tumbuh positif sebesar Rp 865 miliar atau meningkat sebesar 6,25 persen sehingga total pembiayaan posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,7 triliun.

Rasio FDR pada BSI Regional Aceh pada akhir tahun lalu telah menembus 100,82 persen.

Secara yoy, Dana Pihak Ketiga (DPK) di BSI Region Aceh tumbuh sebesar Rp 557 miliar atau meningkat sebesar 3,97 persen sehingga total DPK posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,6 triliun.

Secara nasional per Desember 2021, transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 124,54 juta transaksi, tumbuh 169 persen yoy. Khusus BSI Regional Aceh jumlah transaksi kumulatif BSI Mobile adalah 24,14 juta dengan jumlah volume sebesar Rp 46,24 trilun.

BSI Aceh yang saat ini memiliki 700 ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di seluruh Aceh juga sudah melakukan penggantian terhadap 223 ATM, termasuk di dalamnya 58 mesin CRM dan penggantian dilakukan pada mesin ATM magnetic stripe menjadi ATM Chip.

Akhir tahun 31 Desember 2021, BSI Aceh telah mengakuisisi 6.867 agen BSI SMART yang sebelumnya merupakan Agen BRILink di seluruh Aceh.

Dari 6.867 agen, terdapat 4.798 agen menggunakan device BSI Smart mobile dalam bertransaksi, dan 2.069 agen mendapatkan mesin EDC baru yang bisa berfungsi untuk tarik-setor tunai sehingga bisa digunakan untuk penyaluran bantuan sosial.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan