Banyak Pengusaha Aceh Belum Beralih ke BSI, Sementara Pembiayaan KURS Mencapai 600 Miliar

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Sejumlah pengusaha di Aceh, belum beralih ke Bank Syariah Indonesia (BSI). Sementara BSI telah menyediakan berbagai platform khusus untuk pengusaha di Aceh.

“Cuma mereka belum mengetahui platform yang disediakan oleh BSI,” Kata kepala Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, Senin (23/5/2022), ketika diskusi bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh.

Bahkan BSI Regional BSI Aceh, telah melakukan konsolidasi bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh. Namun, setelah pertemuan dan pembahasan bersama BSI akhirnya beberapa pengusaha Aceh beralih ke BSI.

“Pengusaha Aceh baru tahu. Setelah BSI membahas ada platform untuk pengusaha,” Jelas Wisnu Sunandar.

Sementara platform pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KURS), BSI Aceh telah menyalurkan mencapai Rp. 600 miliar, jumlah yang telah dibiayai mencapai 961 nasabah.

Platform KURS untuk mencanangkan upaya peningkatan akses sumber pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” paparnya.

Sederhananya, pembiayaan kredit usaha rakyat atau KUR adalah pembiayaan modal kerja yang diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang usaha produktif.

“Pembiayaan/kredit bersubsidi pemerintah dengan bagi hasi rendah. Penyalur KUR dan disalurkan dalam bentuk dana keperluan modal usaha,” jelasnya lagi.

Sementara pengguna Mobil Bangking BSI di Aceh kini mencapai 20 persen. Peningkatan itu disebabkan pengetahuan masyarakat Aceh terhadap elektronik digital melonjak.

“BSI terus berkerja agar pengguna Mobile Banking hingga 100 persen di Aceh,” paparnya.

Keuntungan BSI di Aceh

Pada 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh diberikan target untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,4 triliun.

Dari target itu, BSI Aceh berhasil menyalurkan Rp 1,61 triliun, dimana melebihi target yang ditentukan BSI Pusat. Untuk tahun 2022 ini, BSI Regional Aceh mendapat kuota KUR sebesar Rp 2,4 triliun.

Secara nasional penyaluran pembiayaan BSI sepanjang 2021 mencapai Rp 171,29 triliun, naik 9,32 persen year-on-year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 156,70 triliun.

BSI Regional Aceh, tahun 2021 dari sisi pembiyaan tumbuh positif sebesar Rp 865 miliar atau meningkat sebesar 6,25 persen sehingga total pembiayaan posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,7 triliun.

Rasio FDR pada BSI Regional Aceh pada akhir tahun lalu telah menembus 100,82 persen.

Secara yoy, Dana Pihak Ketiga (DPK) di BSI Region Aceh tumbuh sebesar Rp 557 miliar atau meningkat sebesar 3,97 persen sehingga total DPK posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,6 triliun.

Secara nasional per Desember 2021, transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 124,54 juta transaksi, tumbuh 169 persen yoy. Khusus BSI Regional Aceh jumlah transaksi kumulatif BSI Mobile adalah 24,14 juta dengan jumlah volume sebesar Rp 46,24 trilun.

BSI Aceh yang saat ini memiliki 700 ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di seluruh Aceh juga sudah melakukan penggantian terhadap 223 ATM, termasuk di dalamnya 58 mesin CRM dan penggantian dilakukan pada mesin ATM magnetic stripe menjadi ATM Chip.

Akhir tahun 31 Desember 2021, BSI Aceh telah mengakuisisi 6.867 agen BSI SMART yang sebelumnya merupakan Agen BRILink di seluruh Aceh.

Dari 6.867 agen, terdapat 4.798 agen menggunakan device BSI Smart mobile dalam bertransaksi, dan 2.069 agen mendapatkan mesin EDC baru yang bisa berfungsi untuk tarik-setor tunai sehingga bisa digunakan untuk penyaluran bantuan sosial.

BSI Skala Nasional

Di tahun pertama BSI sejak merger tahun lalu mampu menorehkan kinerja positif, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp3,03 triliun naik 38,42% secara year on year (YoY). Raihan impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI dalam membangun pondasi, transformasi digital dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Perseroan terus berinovasi dalam melakukan transformasi. Hal ini terlihat dari keseriusan dalam menggarap kanal digital BSI Mobile dan E-Channel. Per Desember 2021, transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 124,54 juta transaksi atau tumbuh sekitar 169% secara YoY.

Total penyaluran pembiayaan mencapai Rp171,29 triliun atau naik sekitar 9,32% secara YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,70 triliun.

Rinciannya, pembiayaan konsumer mencapai Rp82,33 triliun, naik sekitar 19,99% secara YoY dari sebelumnya yang sebesar Rp 68,61 triliun. Disusul pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92% secara YoY. Sementara itu pembiayaan mikro tumbuh 12,77% dan pembiayaan komersial tumbuh 6,86%.

Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatatkan NPF Nett yang membaik menjadi 0,87% pada Desember 2021.

Untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), perseroan terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan Wadiah. Posisi Desember 2021, tabungan Wadiah tumbuh signifikan yang mencapai 15,30% secara YoY atau menjadi Rp34,10 triliun. Sementara untuk total tabungan mencapai Rp99,37 triliun atau bertumbuh 12,84% pada kurun waktu yang sama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan