Polisi Tangkap Pasutri Cetak dan Edar Uang Palsu di Aceh Besar

  • Bagikan

BERITAACEH.CO, Jantho l Personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Sabtu 23 April 2022

Mereka diduga telah melakukan tindak pidana pencetakan dan pengedaran uang palsu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha mengatakan, pasutri tersebut berinisial NF (34) warga Kabupaten Pidie dan YYM (36) warga Kabupaten Aceh Barat.

“Keduanya ditangkap saat berada di depan kios tempat penjualan pulsa elektrik. Petugas menyita uang palsu sebanyak Rp. 5,6 juta,” ujar Ryan. Senin (25/4/22).

Ryan menjelaskan, NF dan YYM awalnya melihat adanya penjualan Handphone Iphone XS Max via iklan Facebook di akun Rini Safira.

NF kemudian berniat hendak memiliki HP tersebut sehingga terjadilah komunikasi antara pemilik HP dengan pelaku. katanya.

“Setelah terjalinnya komunikasi, mereka pun menyepakati transaksi penjualan HP pada hari Rabu (13/4/2022) malam di Gampong Siron, Aceh Besar,” kata Kasatreskrim.

Dalam transaksi tersebut, pelaku menggunakan uang palsu yang telah dicetaknya, sambung Kasat Reskrim lagi.

Dalam proses pencetakan uang palsu, pelaku NF diberikan modal oleh istrinya YYM sebanyak Rp. 2 juta untuk keperluan proses cetak upal.

NF selanjutnya mengunakan modal tersebut untuk membeli Printer Merk HP Seri Deskjet warna putih, kertas HVS, Cartridge, gunting, pisau cutter, rol dan keperluan rumah tangganya. Jelas Kompol Ryan.

“NF menyaksikan tata cara proses pembuatan uang palsu melalui akun youtube,” katanya

NF pun terus mencoba mencetaknya sehingga mendapatkan hasil yang dianggap maksimal.

“Sejak November tahun 2020, NF mempelajari tata cara pembuatan uang palsu tersebut dengan menyaksikan tutorial di Youtube,” ungkapnya.

Namun apa yang dipelajarinya selalu gagal. Akan tetapi pada bulan April 2022, ia berhasil mencetak uang palsu. katanya.

“Peran istri dari NF adalah sebagai pemberi modal awal dan ianya juga menerima hasil tipu daya terhadap orang lain sebanyak Rp. 3,3 juta,” ucapnya.

Sedangkan untuk, proses pembuatan uang tersebut di sebuah rumah kos yang berada di gampong Cot Mesjid, Banda Aceh.

Pasca penangkapan terhadap pelaku, polisi pun berhasil menyita barang bukti lainnya seperti 68 lembar uang palsu dengan pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu, HP Iphone XS Max, Printer dan Sepeda motor Honda Vario BL 5077 PB, tambahnya.

Sementara itu, kedua pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dipersangkakan dengan Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun, pungkas Kasat Reskrim.

  • Bagikan