Kejari Gayo Lues Hentikan Tuntutan Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Gayo Lues | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues menghentikan tuntutan perkara kasus kekerasan terhadap orang tua kandung.

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Ismail Fahmi SH melalui Kasi intelejen, Handri SH, mengatakan, bahwasanya pihaknya telah menyerahkan surat ketetapan penghentian penuntutan terhadap perkara penghapusan kekerasan dalam rumah tangga kepada terdakwa, Herman Bin Nyak Rin, di Ruang Mediasi Kejaksaan Negeri Gayo Lues Jl. Blangkejeren-Kuta Panjang No. 100, Blangkejeren, Selasa (5/4/2022).

Penghentian perkara tersebut dilakukan berdasarkan surat ketetapan penghentian penuntutan Nlnomor : Print-117/L.1.26/Eku.2/04/2022 tanggal 4 April 2022.

Diketahui, kata Kejari, Herman Bin Nyak Rin, 32 Tahun, Laki-laki, Dusun Telpi, Kampung Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, merupakan tersangka dalam perkara perkara Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yang dilakukannya pada 19 Januari 2022, terhadap korban yang merupakan orang tuanya sendiri, yaitu Nyak Rin Bin Muhammad, di Dusun Telpi, Kampung Penampaan, Kecamatan Blangkejeren.

“Atas perbuatannya tersebut Herman Bin Nyak Rin oleh Penyidik Polres Gayo Lues telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melanggar Pasal 44 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga” katanya.

Kemudian, lanjutnya, dalam perjalanan perkaranya, antara tersangka Herman Bin Nyak Rin dengan korban, Nyak rin Bin Muhammad, telah terjadi perdamaian di antara keduanya. Oleh karena itu, Jaksa Penuntut Umum, selaku fasilitator dalam perkara tersebut, Muhammad Sairi SH dan Dimas Pratama Siddarta SH, mengajukan upaya penyelesaian perkara tersebut melalui Restorative Justice.

“Bahwa berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kajati Aceh dan Kajari Gayo Lues beserta Fasilitator, terhadap usulan penyelesaian perkara tersebut melalui Restorative Justice telah disetujui sehingga perkara tersebut dapat dihentikan penuntutannya,” jelasnya.

Selanjutnya, dengan diserahkannya surat ketetapan penghentian penuntutan Nomor : Print-117/L.1.26/Eku.2/04/2022 tanggal 4 April 2022 kepada Herman Bin Nyak Rin, maka saudara Herman Bin Nyakrin segera di keluarkan dari tahanan sementara di Rumah Tahanan Lapas Blangkejeren dan perkara tersebut dihentikan.

Ia berpesan, agar saudara Herman menyesali perbuatannya serta tidak mengulangi atau melakukan tindak pidana apapun juga di masa yang akan datang dan kepada saudara Nyakrin, selaku korban yang juga orang tua kandung dari Herman untuk ikhlas memaafkan perbuatannya serta tetap mendoakan yang terbaik bagi anaknya tersebut.

Kontributor: Putera

  • Bagikan