Nasip Aceh Utara Memperihatinkan, Untuk Membangun Harus Diawali Dari Nol

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Kondisi pembangunan di Aceh Utara kini memperihatinkan. Namun untuk melanjutkan pembangunan, dan perubahan harus diawali dari nol.

“Untuk membangun Aceh Utara harus dimulai dari nol. Sebab, banyak persoalan yang harus diselesaikan,” kata Anggota Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drh, Nuraini Maida, Rabu, (9/3/2022).

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan, Aceh Utara merupakan daerah yang luas dan memiliki penduduk banyak. Itu Sebab, semua persoalan yang muncul di publik tertinggi misalnya, angka kemiskinan, pengangguran, termasuk pembangunan jauh tertinggal bandingkan dengan Kabupaten Kota lain di Aceh.

“Dulu Anggaran Pendapat Belanja Kabupaten (APBK), sedikit tetapi bisa membangun dan merata. Kenapa sekarang APBK banyak tetapi pembangunan hanya sedikit,” ungkap Nuraini Maida.

Menurut Nuraini Maida, Aceh Utara membutuhkan pemimpin orang-orang yang cerdas, dan berkompeten. Sehingga program yang diusulkan dalam APBK tepat, sesuai program yang direncanakan.

“Semua perencanaan yang dimasukkan dalam APBK, betul-betul rakyat dapat dinikmati. Bukan hanya sekedar cat langit, untuk menjawab semua persoalan yang dilema oleh rakyat, tentu harus ada pemimpin yang cerdas dan bijaksana,” tegasnya.

Disisi lain, banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun usaha industri rumah tangga belum tersentuh dari pemerintah. Sehingga ruang gerak para pelaku usaha untuk mengembangkan keterbatasan biaya.

“Mereka membutuhkan modal, sekaligus mempinaan yang berkelanjutan. Langkah itu, tidak dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Nuraini Maida, di Aceh Utara banyak sumber daya manusia (SDM) kini terabaikan. Bahkan pihak pemerintah tidak menyentuh dan memperdayakan, termasuk kerajinan tangan, sebagai produksi lokal untuk dipromosikan.

“Coba lihat sekarang banyak kerajinan tangan bagaikan mati suri. Padahal produksi itu menghasilkan uang, juga langkah menimalisirkan angka pengangguran,” paparnya.

Sambung Nuraini Maida, untuk menjawab persoalan yang dilema di Aceh Utara, masyarakat harus memilih pemimpin yang cerdas, dan memiliki program, termasuk perencanaan yang cepat dan tepat. Kemudian rakyat, dapat menikmati perubahan.

“Untuk adanya perubahan harus ada pemimpin yang cerdas. Pembangunan di Aceh Utara, hanya program Bupati Karimuddin Hasyibullah. Namun Bupati lain selama menjabat, tidak program yang ditinggalkan ke rakyat,” papar.

Seharusnya, setiap orang yang ok pemimpin yang memimpin harus ada pembangunan yang ditinggal untuk anak cucu. Meskipun suatu saat dia tiada pembangunan dapat dinikmati olah anak cucunya. Harap Nuraini Maida. [Parlemetaria]

  • Bagikan