MaTA Yakin, Terkait Kasus Biaya Siswa Tersangka Akan Bertambah

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Koordinator Masyarakat Aceh Transparan Aceh (MaTA) Alfian menyebutkan, tersangka terkait dugaan korupsi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh akan bertambah.

“Saya yakin tersangka akan bertambah. Bukan hanya tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Alfian saat dikusi Solidaritas Advokat Aceh Untuk Mahasiswa, Ernegy Coffee, Aceh Besar, Minggu, (6/3/2022).

Dia menyebutkan, penyidik Polda Aceh, harus membongkar aktor utama. Lantas penerimaan biaya siswa itu setelah pencairan, adanya dipotong pihak lain.

“Penyidik harus ungkap aktor utama. Sebab Kami menduga pihak-pihak lain yang terlibat,” ungkap Alfian.

Selain Kata Alfian, MaTA akan berkomitmen

Sebelumnya, Polda Aceh menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi beasiswa pemerintah Aceh. Salah satunya mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh berinisial SYR selaku pengguna anggaran (PA), FZ selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), RSL selaku KPA, FY sebagai PPTK, SM, serta RDJ dan RK sebagai korlap.

Ketujuh orang tersebut dinilai memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 10 miliar. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

Perlu diketahui, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh memiliki anggaran untuk beasiswa dengan pagu anggaran Rp 21,7 miliar pada 2017. Beasiswa diplot oleh sejumlah anggota DPR Aceh.

Terhadap kegiatan beasiswa pemerintah Aceh tahun 2017 tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 58 Tahun 2017 tentang Beasiswa Pemerintah Aceh dan Petunjuk Teknis Beasiswa Aceh Tahun 2017 yang diterbitkan oleh BPSDM Aceh.

Kegiatan tersebut telah dilakukan realisasi anggaran kepada 803 orang penerima dengan jumlah anggaran sebesar Rp 19,8 miliar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh diketahui kerugian negara dalam dugaan korupsi beasiswa Pemerintah Aceh mencapai Rp 10 miliar.

  • Bagikan