Bukan Hanya Salurkan Urea Bersubsidi, Kami juga Bertugas Promosikan Non Subsidi Demi Penuhi Kebutuhan Pupuk

  • Bagikan

BERITAACEH.CO, Kutacane | Kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani di Aceh Tenggara diperkirakan tiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.

Namun dilain sisi, ketersediaan pupuk subsidi tak berbanding lurus dengan jumlah atau kuota yang ada.

Salah satu Distributor pupuk urea subsidi di Agara, CV Halim Jaya kepada wartawan Selasa (8/3/2022) menyatakan, jatah atau kuota pupuk urea bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk Kabupaten Aceh Tenggara hingga kini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan petani.

Jadi, sebenarnya pupuk tidak langka tetapi angkanya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani jika sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Agara,”katanya.

Kata dia, untuk tahun ini dikarenakan masih awal bulan, ditambahlagi adanya jatah pupuk yang belum ditebus CV. Halim Jaya, sehingga kita belum mengetahui persis kuota kedepan,”kata Mujurwati.

Menurutnya, pihak direktorat jenderal prasarana dan sarana Kementerian
Pertanian RI telah menerangkan bahwa pemerintah hanya memenuhi sebesar 40 persen total pupuk bersubsidi.

Sehingga diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk terhadap petani melalui program pemupukan berimbang.

Sebab, ada sejumlah strategi untuk menjaga agar penyaluran pupuk bersubsidi bisa optimal.

Salah satunya dengan menyediakan stok pupuk bersubsidi dan non subsidi ditingkat kios pupuk,”katanya.

Hal tersebut dinilai dapat menutupi kekurangan atas ketersediaan pupuk bersubsidi, namun tetap menghasilkan produk komoditi tani atau panen yang berkualitas.

Kata dia, sejatinya pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi para petani jenis tanaman pangan, perkebunan rakyat atau masyarakat, peternakan dan jenis petani lainnya.

Bahkan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petani.

Dimana syaratnya diantaranya petani harus tergabung terlebih dahulu dengan kelompok tani yang ada di desa dan wilayahnya, lalu masuk RDKK dan syarat lainnya.

Harus diketahui, tugas kami selaku distributor pupuk, selain menjual atau menyalurkan pupuk urea bersubsidi kepada para pengecer atau kios pupuk.

Kami juga wajib mempromosikan atau menjual produk pupuk non subsidi kepada para petani melalui kios pupuk atau pengencer terutama seperti pupuk Polivit-PIM, Nitrogen, Urea, NPK-PIM kepada para petani.

Jadi, distributor dan kios merupakan kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada,”pungkasnya.

Dalam proses penyaluran dan penjual pupuk di Agara, kata Mujurwati, pihaknya akan terus berupaya berkoordinasi hingga mewujudkan kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama kepada Pemkab Aceh Tenggara melalui dinas pertanian, atau instansi terkait lainnya.

“Kami siap menerima masukan dan saran dari semua pihak, terutama dari pemerintah daerah melalui pihak KP3 agar proses penyaluran pupuk bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Dilokasi terpisah ketua Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara, Muhammad Saleh Selian mengatakan, seharusnya fokus tim pengawas pupuk di Agara jangan hanya pada persoalan urea bersubsidi saja.

Pasalnya ada hal yang patut dicurigai dan menjadi perhatian sejumlah kalangan terutama pihak dinas perdagangan, dinas pertanian ataupun aparat penegak hukum.

Dimana ada dugaan kami terima, bahwa ada beberapa jenis pupuk yang dipasarkan di Agara diduga pupuk palsu karena tak ada ijin resmi produsennya, tetapi kabar ini belum kami selusuri.

Seharusnya hal tersebut bisa dengan cepat diditeksi atau digali kebenarannya, jika benar maka aparat harus cepat bertindak,”pinta Saleh.

  • Bagikan