Terkait Laporan Kepala SMP N 1 Seunuddon, Kata Muhazir, Saya Serahkan ke Penyidik

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Terlapor Muhazir akhirnya menanggapi, terkait laporan dugaan pemberitaan tentang adanya intimidasi, yang dilaporkan Ruslan, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N 1), Seunuddon Aceh Utara.

Muhazir mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Sayuti selaku ketua PWI adalah sebuah pernyataan yang gagal faham, dimana organisasi PWI tidak punya kewenangan menjustifikasi sebuah media tidak terklarifikasi pada dewan pers, yang berhak mengeluarkan adalah Dewan Pers bukan PWI.

“Dan organisasi Jurnalistik yang ada di Indonesia bukan hanya PWI, tetapi banyak organisasi sejenis yang ada di Indonesia selain dari PWI,” ujarnya, Sabtu, (19/2/2022).

Muhazir mengaku, terkait kewartawanan terdaftar pada organisasi Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi Nusantara (PJIDN) yang memiliki badan hukum dari kementerian hukum dan HAM.

“Jadi bukan organisasi abal-abal alias ilegal. Jadi salah sekali apa yang dikatakan oleh saudara Sayuti bahwa seorang jurnalis hanya harus terdaftar di PWI baru bisa meliput,” tegas Muhazir.

Terkait media dan keanggotaan sebagai wartawan sebuah media online, terlapor Muhazir mengakui, pernah melaporkan ke Humas Polres Aceh Utara dengan membawa seluruh administrasi perizinan media online.

“Jadi kepada Saudara Sayuti jangan terlalu gampang menuduh dan menilai seseorang. Kemudian pertanyaan saya bolehkah sebuah organisasi Jurnalistik membeckup sebuah kesalahan yang dilakukan oleh seorang oknum,” ungkapnya.

Terkait adanya laporan pencemaran nama baik terhadap seseorang dimedia sosial dan ancaman, Muhazir siap membuktikan ke penyidik.

“Bila terbukti benar Saya siap di panggil untuk memberikan klarifikasi terhadap bila benar adanya indikasi pencemaran nama baik, bila nanti tidak terbukti kita juga akan melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Muhazir yakin penyidik dapat menilai kebenaran, antara pelapor dan terlapor.

“Jadi biar aparat kepolisian saja, dapat menilai siapa yang salah dan siapa yang benar, Saya serahkan ke penyidik,” tegas Muhazir.

Perlu diingatkan kata Muhazir, sebuah organisasi menjustis seseorang tidak benar bila tidak terdaftar pada organisasinya. Karena organisasi Jurnalistik yang memiliki badan hukum saat ini sudah mencapai seratus lebih.

“Seandainya dilarang oleh pemerintah, maka pemerintah tidak akan mengeluarkan badan hukum organisasi-organisasi yang ingin mendaftar kan diri,” tutup Muhazir.

Terlapor Muhazir mengakui, sebelumnya pernah mengejar di SMP 1 Seunuddon, sebagai tenaga honor. Alasan dipecat di pecat karena mengkritik dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sebagian guru-guru, di SMP 1 Seunuddon banyak yang tidak suka dengan kepala. Dan karena mengirim grup WA dewan guru lampiran selebaran dana BOS,” tegasnya.

Nah. Untuk membuktikan, siapa yang benar dan siapa yang salah, antara pelapor dan terlapor kita tunggu hasil penyelidikan..!!

  • Bagikan