Penerimaan Biaya Siswa Tak Cukup Syarat, Ratusan Mantan Mahasiswa di Aceh Terancam Jadi Tersangka

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Sebanyak 400 mantan Mahasiswa berbagai Kampus di Aceh terancam jadi tersangka. Pasalnya penerimaan bantuan biaya siswa tahun anggaran 2017 lalu, tidak memenuhi syarat.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy menjelaskan, kasus dugaan  korupsi beasiswa, yang ditangani Ditreskrimsus Polda Aceh sudah dua kali disupervisi oleh Bareskrim Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kasus tersebut juga ikut dibedah oleh Bareskrim Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada saat kegiatan pencegahan korupsi dengan Pemerintah Aceh beberapa hari yang lalu,” katanya, Kamis, (17/2/2022).

Dia meneyebutkan, derdasarkan hasil diskusi materi perkara (anatomy of crime) Dirreskrimsus Polda Aceh, dengan Direktur Korsup KPK dan tim, membuah hasil, para mahasiswa yang menerima dana beasiswa, di mana sebenarnya mereka tidak memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa.

“Maka perbuatan mereka adalah merupakan perbuatan melawan hukum, karena sudah seharusnya mereka mengetahui bahwa mereka tidak layak menerima beasiswa tersebut,” tegasnya.

Sebut Winardy, apalagi dengan mereka bersedia dana beasiswanya dipotong oleh para koordinator lapangan (Korlap). Selain itu penerima biaya siswa mengetahui tidak memenuhi syarat sebagai penerima.

“Memungkinkan mereka juga dapat ditetapkan sebagai tersangka, kecuali bila mereka segera mengembalikan dana beasiswa yang diterima, dan hal itu adalah sebagai bentuk pengembalian kerugian negara,” tegas Winardy.

Selain itu Kata Kombes Winardy, penyidik menemukan ada lebih dari 400 orang mahasiswa yang berpotensi jadi tersangka karena menerima beasiswa tidak memenuhi syarat dan diketahui memberikan kickback kepada koordinator.

“Penyidik juga sudah memiliki daftar nama dan identitas ke-400 lebih penerima beasiswa tersebut,” terang Kombes Winardy.

Penyidik menilai, para penerima biaya siswa itu, ada niat untuk melakukan pidana. Atas dasar penerima bantuan itu mengetahui tidak memenuhi syarat. Selain itu ada transaksi pemberian potongan agar bisa memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa.

“Jumlah calon tersangka ini juga merupakan satu kendala dalam merampungkan kasus ini, di mana para penerima rata-rata mahasiswa,” ungkapnya.

Itu sebab, Polda Aceh memberikan kesempatan, khususnya kepada penerima beasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk mengembalikan uang tersebut ke kas daerah, untuk menghindari banyaknya calon tersangka dan bisa fokus ke delik utama.

“Penyidik lebih mengutamakan agar kerugian negara dikembalikan daripada menghukum para mahasiswa yang menerima beasiswa tidak sesuai persyaratan,” ujarnya.

Winardy juga mengatakan, bahwa penetapan tersangka masih dalam proses pengkajian termasuk calon tersangka yang sudah diteliti secara prosedur, mereka salah tetapi tidak menerima kickback uang negara dari pemotongan beasiswa tersebut.

Namun, Polda Aceh tetap berkomitmen memproses kasus tersebut sesuai ketentuan dan rasa keadilan yang hakiki, serta akan menetapkan tersangka dengan alat bukti yang cukup dalam waktu yang tidak beberapa lama lagi.

“Kita komitmen untuk tetap proses kasus ini, serta akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat bila alat bukti sudah cukup,” imbuhnya. (Khairul Anwar).

  • Bagikan