Dugaan Pemberitaan Bohong, Kepala Sekolah Laporkan Oknum Wartawan Kepolisi

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1), Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, melaporkan oknum Wartawan berinisial MUH ke Polres Aceh Utara, terkait dugaan menyebarkan berita bohong, dengan menggunakan media sosial melalui WhatsApp dan pengancaman.

“Saya di intimidasi melalui Whatsapp dan di tuduh Korupsi juga di ancam oleh Oknum Wartawan MUH, akan di laporkan kepada Kapolda terkait beberapa masalah yang dituduhkan kepada Saya,” kata Ruslan, Kepala SMP N 1, Seunuddon, Jum’at, (18/2/2022).

Menurut Ruslan, terkait tuduhan yang dituduh oleh terlapor, tidak terbukti. Bahkan terlapor kerap meneror melalui WhatsApp.

“Selama ini Saya merasa terganggu, akhirnya Saya Lapor ke Polisi,”kata Ruslan.

Ditambahkan Ruslan, sebelum Oknum Wartawan MUH, pernah diangkat sebagai guru honor di SMP I Seunuddon, belakangan mengaku dirinya sebagai Wartawan yang bekerja di salah satu media online.

“MUH mengaku Oknum Wartawan, dan pengamat pendidikan di Aceh,” tegas Ruslan.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP M Riza Faisal, S.I.K, M.M melalui Kasat Reskrim IPTU Noca Tryanato, membenarkan telah menerima laporan Nomor STTLP/20/II/2022/ SPKT /POLRES ACEH UTARA/POLDA ACEH, tentang Informasi dan Transaksi Electronik pasal 27 ayat 3.

“Benar tadi sudah masuk laporan ke Polisi, ya akan kita tindak lanjuti dan sesuai prosedur,” kata Kasat Reskrim IPTU Noca Tryanato.

Dia menyebutkan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan laporan tersebut untuk ditindak lanjuti.

“Mohon rekan-rekan wartawan bersabar dan percayalah kepada penyidik yang sedangkan melakukan pengembangan kasus ini,” tegasnya.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)-Aceh Utara – Lhokseumawe, Sayuti Achmad menyebutkan, pihak PWI telah lama menerima laporan dari masyarakat tentang sepak terjang oknum MUH yang membawa-bawa nama Wartawan di Aceh Utara.

Oknum MUH yang disebut-sebut melakukan praktek dengan sasaran sekolah-sekolah terpencil di Aceh Utara. Sayuti mengakui tidak mengenal sosok MUH.

“Kalau dia Wartawan saya pasti kenal, juga terdaftar di organisasi Wartawan, di Aceh Utara dan Lhokeumawe,”

Itu Sebab, PWI Aceh Utara tidak bisa mengambil sikap terhadap tindakan oknum MUH, karena oknum tersebut bukan anggota PWI. Namun PWI telah melakukan berkoordinasi dengan organisasi Pers lainnya yang ada di Aceh Utara Lhokseumawe, seperti AJI.

“Semua menyatakan Oknum tersebut tidak terdaftar sebagai anggotanya,” Kata Sayuti yang juga menjabat sebagai Koorwil-I PWI Propinsi Aceh.

Secara tegas PWI mengapresiasi masyarakat yang berani membuat laporan kepada organisasi Pers dan pihak kepolisian bila ada oknum-oknum yang mengaku Wartawan yang bertindak diluar kewenangannnya sebagai Wartawan.

“Wartawan jangan berlagak Penyidik, wartawan yang benar adalah yang bekerja di bawah aturan dan kode etik Jurnalistik,” jelas Sayuti.

Untuk itu, PWI Aceh Utara mengharapkan Polisi segara menindak lanjuti laporan masyarakat, karena tindakan Oknum Muh itu sudah mencatut nama wartawan dan merusak citra Wartawan yang sebenarnya di Aceh Utara, Tambah Sayuti.

Hingga Berita ini di tayangkan, Wartawan BERITAACEH.co, belum berhasil mengkonfirmasi terlapor MUH, terkait laporan yang dilaporkan ke Polres Aceh Utara.

  • Bagikan