Wakil Bupati Aceh Utara, Banjir Aceh Utara Harus Siatasi Secara Terpadu.

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Bencana Alam Banjir di Kabupaten Aceh Utara hampir setiap penghujung tahun terjadi bahkan  diawal tahun baru, disebakan oeleh curah hujan yang tinggi sementara daya tampung sejumlah sungai sangat terbatas, akhirnya luapan sungai menerjang pemukiman penduduk di 18 sampai 22 Kecamatan di Aceh Utara.

faktor  perawatan sungai serta tanggul yang menjadi kewenangan Provinsi dan Pusat belum  tertangaini secara maksimal, sehingga ratusan ribu masyarakat harus menanggung resiko.

Kesiap siagaan  mengatasi banjir perlu disikapi bersama  Secara Terpadu antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Setiap tahun  kecamatan yang tergenang mencapai 15 sampai 22 Kecamatan, terimbas Banjir akiabat meluap Suangai Kertoe, peutoe, Pirak, Krueng Pase dan Krueng Jambo Aye.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, padabpertemuan denga 12 anggota DPRA Pasca Banjir janurai 2022 mengusulkan agar penanganan banjir harus terpadu dan terncana yang matang sehingga pembangunan tanggul dan pengerukan sungai tak sia sia.

“Ini penting mengingat sejumlah sungai yang meliap selama ini rata rata sudah dangkal, kita akan mengontrol mulai dari hulu sampai ke hilir,” katanya, Rabu (26/1/2022)

Pertemuan seperti ini memang sangat diharapkan masyarakat wilayah tengah Aceh Utara yang saban hari diujung dan awal tahun tergenang banjir.

Lahan pertanian yang menjadi andalan peningkatan ekonomi masyarakat justeru terganggu bahkan rusak, jika hal ini terus dibiyarkan maka kita akan mengalami kerugian besar yang berimbas pada usaha penghasilan dari usaha  masyarakat akan anjlok.

“Memprediksikan untuk sekali panen di aceh utara wilayah tengah saja bisa capai 400  sampai 700 miliara per panen raya,” paparnya.

Dengan diskusi  yang melibatkan banyak pihak dan terpadu kita bisa melahirkan program yang dapat meminimalisir Persoalan banjir di Bumi Pase ini, ungkap Fauzi yusuf, dihadapan belasan Anggota DPRA yang digelar di aula setdakab Aceh utara Landeng.

“Program perencaaan konstruksi  detail indetifikasi disain (DID) sungai,   mampu membebaskan belengu penderitaan masyarakat Pase selama bertahun tahun dari musibah banjir,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan salah seorang anggota DPRA Ridwan Yunus, saat ini, 12 anggota dewan tergabung dalam Forum bersama, akan memaksan pemerintah Propinsi secepatnya, membuat perencanaan DID 4 sungai di Aceh Utara.

“Soal anggaran DID tersebut,  Ridwan Yunus berkeyakinan masih tersedia, pada anggaran perubahan APBA  propinsi Aceh 2022,” Ridwan Yunus.

Menurutnya paling tidak  membutuhkan anggaran 2 miliar  untuk membuat DID  pada 4 sungai, dimana data detail konstruksi bentuk tanggul sungai itu,  mengenai kerusakan  ringan sedang  dan berat.    

“Kalau Pokir dewan yang diharapkan masyarakat untuk memperbaiki semua kerusakan tanggul sungai, termasuk normalisasi sungai sangat tidak mungkin, karena anggarannya terlalu kecil,” jelas Ridwan.

Lanjutnya, memperbaiki dan membangun kembali kerusakan tanggul pengaman banjir, membutuhkan anggaran triliyunan rupiah, dan dana itu akan  diupayakan ke pemerintah pusat.

Lain halnya kerusakan tanggul bersifat darurat, kondisi tersebut, perlu mendapat penanganan perbaikan segera mungkin, dan anggaran dibutuhkan untuk itu juga tidak terlalu besar, ujar Tarmizi yang juga anggota Forbes DPR Aceh.

Pantauan wartawan,  Selasa (25/1/2022) banjir kembali mengenangi beberapa desa di Kecamatan Lhoksukon, Paya Bakong dan Matang Kuli.  Banjir mengenangi pemukiman warga tersebut sebatas mata kaki dan  dalam hitungan jam kembali  surut.

Luapan tersebut diakibatkan  kerusakan berat pada tanggul sungai. Kerusakan itu salah satunya di desa meunasah Jok Kecamatan Lhoksukon.

Dimana tanggul patah sepanjang 70 meter selanjutnya amblas ke dasar sungai.  akibat banjir beberapa waktu lalu, yang sampai saat ini belum sama sekali dilakukan perbaikan .

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR Aceh Mawardi,m,SE saat melakukan peninjauan langsung ke salah satu lokasi tanggul yang rusak parah di desa Jok Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Rabu, (26/1/2022).

Dikatakan, Pemerintah Aceh segera menggunakan dana tanggap darurat dan diyakini anggarannya masih cukup tersedia, untuk pemulihan sementara tanggul darurat.

“Bila perlu, dewan bersama masyarakat akan memberikan tekanan kepada esekutif  secepatnya menyelesaikan kerusakan tersebut,”tegasnya.

Acara pertemuan tersebut DPR Aceh( DAPIL V ) Di jamu oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf lebih akrap disapa (sidom peng) hadir Anggota DPRA Dapil V, Ketua FORBES, Tarmizi Panyang, Wakil Ketua, Tgk. Mawardi (tgk. Adek), Ismail A. Jalil (Ayah Wa), Saiful Bahri (Pon Yahya), Drh. Mukthar Daud, Fahrurrazi H. Cut ( F. Rozi), Tantawi, S. Ip, H. Ridwan Yunus SH.

Pertemuan dalam rangka Rises DPRA Dapil V dengan Tokoh Masyarakat di buka oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf (sidom peng). Di sela-sela pembuka Rises, Wakil Bupati Aceh Utara turut menyampaikan pesan kepada tokoh masyarakat yang hadir, salah seorang tokoh Waled Fadli landeng, mengajak para anggota DPRA untuk mengarahkan Pokirnya ke percepatan perbaikan atau rehap tanggul yang sudah rusak, jika ini dilakukan pelan pelan akan tertangani, selainnitu juga perlu pengerukan sungai yang mulai dangkal ungkap  Waled fadli.

Setelah pembahasan dan pertemuan tersebut selesai, para Anggota DPRA langsung turunnke lapangan memantau titik titik tanggul yang rusak  dihantam banjir, hampir seminggu mereka di Aceh Utara untuk menyerap aspirasi terkait banjir dan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pasca banjir melanda Daerah ini. [ADV]

  • Bagikan