Polres Pidie Ungkap Kasus Tambang Ilegal, Dua Unit Alat Berat Diamankan, Sempat Dihadang Massa

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Pidie | Polres Pidie berhasil mengungkap kasus penambangan emas ilegal dua lokasi di KM 21 Alue Riek, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie. Polisi berhasil mengamankan dua unit alat berat Eskavator, sedangkan pelaku berhasil kabur, Kamis, (13/1/2022).

“Penyelidikan dan pengungkapan kasus penambangan ilegal (illegal mining) tersebut memakan waktu selama lima hari, yaitu dari tanggal 24-28 Desember 2021,” Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, S.I.K..melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. yang ikut didampingi Kapolres Pidie AKBP Padli, S.H., S.I.K., M.H.

Menurut Kombes Winardy, penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pidie tersebut, bermula dari adanya laporan masyarakat tentang keberadaan pekerja dan alat berat jenis eskavator yang diduga kuat melakukan penambangan secara ilegal di hutan pengunungan Geumpang.

“Berdasarkan laporan tersebut, petugas me-mapping target dan menuju ke lokasi dengan berjalan kaki sejauh 15 km,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan jejak jalan, petugas menemukan satu unit eskavator warna orange merek Hitachi yang disembunyikan pelaku di dalam hutan, berjarak sekitar 500 meter dengan lokasi tambang.

Kemudian, berjarak 5 km dari lokasi pertama, petugas kembali menemukan jejak alat berat. Setelah diikuti, kembali didapati satu unit eskavator yang juga dalam keadaan tersembunyi, satu di antaranya mengalami kerusakan parah, sehingga hanya satu eskavator yang berhasil dievakuasi.

“Total ada dua eskavator yang didapati, namun yang satunya rusak dan ditinggal dan hanya satu yang dievakusasi. Untuk pelaku sudah duluan melarikan diri karena mencium kedatangan petugas,” jelas Winardy.

Sempat Dihadang Massa

Polisi mengakui, saat mengevaluasi alat berat yang digunakan oleh pelaku, sempat hidang ratusan massa. Namun massa berhasil dimediasi.

“Petugas sempat dihadang 300 masa yang ingin menghalangi proses evakuasi alat berat tersebut,”jelasnya.

Setelah melalui proses mediasi dan diberi pemahaman, akhirnya petugas berhasil membawa dan mengamanakan eskavator tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Pidie.

“Sampai dengan saat ini, petugas masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penambangan emas Ilegal yang sudah sangat meresahkan,” pungkasnya.

  • Bagikan