Kejati Tangani 41 Kasus Dugaan Korupsi di Aceh, Nama – Nama Tersangka Sudah Dikantongi

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sedang melakukan penyelidikan dan penyedikan sebanyak 41 kasus dugaan korupsi di Aceh. Sementara penyidik telah mengantongi sejumlah nama-nama akan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Muhammad Yusuf menguraikan, ada 22 perkara sedang tahapan penyelidikan bidang Intelijen Kejati Aceh, sementara lima perkara ditangkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Untuk mempermudahkan penyidik. Kejati Aceh telah mencekal lima tersangka,” katanya, saat konferensi Pers akhir tahun di Aula Kejati Aceh, Selasa, (4/1/2022) di Banda Aceh.

Kajati Aceh menyebutkan penanganan perkara tindak Pidana Khusus (Piksus) di Kejaksaan Tinggi Aceh pada tahun 2021, ada delapan kasus sedang tahapan penyelidikan, ditambahkan lagi enam kasus tahapan penyidikan.

Dia menyebutkan, adapun kasus dugaan tindak pidana korupsi tahapan penyidikan adalah, kasus Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bersumber dari BPDPKS, tahun 2019 di Kabupaten, Aceh Barat, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Nagan Raya.

Ditambahkan lagi kata Dia, kasus proyek pembangunan Pantai Susoh (Break Water) Kabupaten, Aceh Barat Daya, sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2017 pada Dinas Pengairan Aceh.

Selanjutnya, dugaan korupsi kegiatan Persertifikatan Tanah Milik Masyarakat Miskin Aceh Tahun 2019 oleh Dinas Pertanahan Aceh, dalam rangka mendukung program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dan reforma agraria persertifikatan tanah milik masyarakat miskin Aceh.

Dan yang terakhir dugaan korupsi pembayaran uang ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan jarigan irigasi, di Desa Sigulai, Kabupaten Simeulue, tahun Anggaran 2019.

“Keenam kasus ini sedang tahapan kepenyidikan. Karena personil terbatas, jarak tempuh jauh, sehingga proses penyidikan terhambat,” jelasnya.

  • Bagikan