Kata Cek Mad, Ketika Calon Siswa Tidak Bisa Baca Al Qur’an Saya Yang Disalahkan, Bagaimana Tanggung Jawab Orang Tua

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib alias Cek Mad, mengingatkan kepada orang tua harus bertanggung jawab paska calon siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) belum mampu baca Alquran.

“Pendidikan anak tanggung jawab orang tua masing-masing, jangan disalahkan Saya, buktinya di Gampong pasti ada tempat pengajian, mungkin anak-anak luput dari perhatian orang tua,” kata Cek Mad, Sabtu (23/1/2022).

Cek Mad menegaskan, calon Siswa yang akan melanjutkan jenjang Pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA), sekolah kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Aceh Utara harus mampu membaca Alquran.

“Bukti yang harus dilampirkan adalah sertifikat mampu membaca Alquran,” jelas Cek Mad, pada acara silaturrahmi dan audiensi Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan para kepala SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta di Aula Kantor Bupati Aceh Utara.

Muhammad Thaib meminta Kepala Cabang Pendidikan Aceh Utara supaya menekankan kepada kepala SMA sederajat agar memastikan calon siswa yang ditampung adalah yang mampu baca Alquran.

Ini syarat utama untuk masuk ke sekolah SLTA /sederajat, ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Aceh Utara.

“Ini bertujuan agar orang tua wali juga punya tanggung jawab untuk membimbing anaknya  bisa baca Alquran,” katanya.

Perlu ada komitmen dengan orang tua dan murid untuk mengontrol anak saat jam belajar.

Dirinya juga menekankan agar lebih perketat Kontrol sosial terutama dari pihak Keluarga dan juga lebih peduli terhadap lingkungan di sekolah, jangan beban ini kita serahkan kepada guru semata, komite juga berperan disini.

Menurut Cek Mad, pendidikan kedepan harus terbangunnya suatu kolaborasi dengan semua pihak pemangku kepentingan, disini Bupati Aceh Utara juga meluangkan waktu kapan pun siap berkoordinasi, demi kemajuan Pendidikan, Ucap H.Muhammad Thaib.

Dalam pembukaan acara, Kacabdin Pendidikan Aceh Utara Drs Ahmad Yamani MPd mengatakan, pada tahun 2021 ada sekitar 113 siswa tak mampu baca Alquran setelah diuji dimasing masing sekolah.

Ini data terbaru semoga kedepan para kepala sekolah dapat menekan angka ini dengan mengisi pengajian sekolah dan mengajak wali murid untuk bersama guru membangun karakter anak didik dan kemampuan membaca Alquran.

Dihadapan Bupati Aceh Utara, Ahmad Yamani prihatin dengan kondisi semacam ini. Solusinya kedepan setiap calon siswa akan diminta Rekomendasi dari Pimpinan Pesantren Lulus baca Alquran.

Ia mengatakan instansi yang dia pimpin membutuhkan kepala daerah, MPD dan tokoh Ulama di Bumi Malikussaleh, hal ini bertujuan memajukan pendidikan Aceh Utara agar lebih berkualitas.

“Saya mengapresiasi Bupati Aceh Utara, yang telah memberikan dukungan terhadap Kantor Cabang Pendidikan Aceh Utara,” tegasnya.

Yamani mengajak semua stakeholder membangun Pendidikan ke arah lebih baik, dan saling mengisi dalam dukungan kemajuan pendidikan.

Sementara itu Ketua Majelis Pendidikan Aceh Utara diwakili Abdul Kadir menilai, selama ini terkesan  SLTA, SLB, SMK  jalan sendiri-sendiri, ini tidak benar, hari ini terbukti bahwa pendidikan dibangun bersama sama.

“Saya mengajak semua pihak agar tidak ada yang terabaikan dalam hal pengembangan Pendidikan baik itu Sekolah di perkotaan maupun di pedesaan,” tegasnya.

Acara itu turut dihadirkan Kabag Humas Aceh Utara Hamdani MKOm, selain Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Ketua MPD diwakili Abdulkadir, dan Plh Sekda Drs Adamy MPd. [ADV]

  • Bagikan