Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib,Komit bantu sarana Ibadah

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Pembangunan sarana pendidikan Islam dan rumah ibadah di Aceh Utara butuh perhatian semua pihak dan keterlibatan tokoh agama,Pengusahan dan partisipasi warga masyarakat di 27 Kecamatan dalam Aceh Utara.

Sarana pendidikan Agama dan sarana Ibadah seperti mesjid, balai pendidikan dan Dayah setiap tahun Aceh Utara telah menempatkan anggara yang signifikan bahkan menjadi prioritas pembangunan dalamrangka memperbaiki moral generasi Bumi Malikussaleh, ini kita komit sesuai Visi Misi ungkap Cek Mad disela sela kunjungan kerja ke Kecamatan Lhoksukon.

Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, berkesempatan hadir melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid H. Muhammad Hanafiah Meunasah Ranto Lhoksukon Aceh Utara, tepatnya di belakang SPBU Sabtu (20/11/2021).

Masjid yang diprakarsai tokoh lhoksukon dan masyarakat itu dibangun diareal persawahan non produktif mudah dijangkau para jamaah setempat dan para musafir tujuan Banda Aceh Medan dan sebaliknya, dibangun diatas lahan seluas 6.377 meter.

Bupati Aceh Utata atau sering disapa Cek Mad, mengucapkan terima kasih kepada para tokoh dan ulama yang telah membantu memprakarsai akan dibangunnya Masjid H. Muhammad Hanafiah, sehingga nantinya masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman.

“Pembangunan masjid tersebut diperkirakan akan memakan waktu selama 2 tahun, ini harus dibantu dalam proses Pembangunan agar tidak ada kendala di Lapangan,” kata Cek Mad.

Cek Mad berharap kepada Kepala perusahaan Daerah diajak untuk membantu memasang jaringan air PDAM yang dimiliki Aceh Utara, demikian juga denga PLN.

“Cek juga mengajak Semua pihak agar bshu membahu membantu terlaksana Pembangunan Mesjid diseluruh pelosok Aceh Utara, paling tidak kita memiliki Mesjid satu kemukiman satu Bangunan Rumah Allah untuk generasi islam masa mendatang,” jelanya.

Menurut Cek Mad, ini penting kita menaruh perhatian seriuas agar nantinya tidak terdapat kesulitan masyarakat dalam beribadah wajib maupun sunat akibat jangksuan terlalu jauh harus berjalan kaki disubuh hari bahkan berjalan kaki di siang hari baik Hari jumat maupun hari hari biasa.

Bupati juga berterimakasih kepada penyumbang Mesjid yang megah ini, Orang nomor satu diaceh Utara juga berharap masyarakat ikut membantu proses pembangunannya, sehingga bisa cepat selesai.

“Saya juga berharap adanya upaya pembangunan masjid di setiap mukim, sehingga masyarakat yang ingin melaks ibadah serta kegiatan lainnya akan bisa mengunakan fasilitas yang ada,” ujar Bupati yang akrab disapa Cek Mad itu.

Ia juga mengharapkan kepada unsur terkait agar pembangnan Masjid H Muhammad Hanafiah menjadi sebuah motivasi bagi yang mampu untuk bantu menyumbang keberlangsungan pembangunan masjid di daerah lain dalam Kabupaten Aceh Utara.

Sementara itu, H. Muhammad Hanafiah selaku donatur pendiri masjid mengatakan, nantinya masjid tersebut akan berada di bawah naungan yayasan miliknya. Sementara namanya yang disematkan untuk masjid berdasarkan permintaan masyarakat setempat.

“Kami telah melakukan pembebasan lahan seluas 5.002 meter, ditambah wakaf masyarakat 1.375 meter dengan total luas 6.377 meter. Masjid akan dibangun seluas 816 meter dengan kapasitas jamaah sekitar 880 orang. Setelah peletakan batu pertama ini, kami harapkan pembangunan masjid dapat berjalan lancar, aman dan sukses, serta selesai sesuai target sekitar 2 tahun,” terangnya.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, Ketua MPU Tgk. H. Abdul Manan, Imam Masjid Agung Baiturahim Lhoksukon Tgk. Jamaluddin Ismail (Walidi) dan donatur H. Muhammad Hanafiah.

Sebelumnya terlebih dahulu dipeusijuk oleh Abu Tumin Blang Blahdeh, Bireun. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Abu Tumin dalam Tausyiahnya mengucapkan syukur Alhamdulillah telah membuka hati Waled haji Hanafiah utk membangun satu unit mesjid, abu mendoakan kepada muAllah agar Allah balas sedekah waled H Muhammad di hari kiamat kelak.

Pendirian mesjid yg merupakan tempat berjamaah, mentakarrub (mendekatkan diri) kpd Allah subhahanahuwataala dalamrangka berubudiah,

“Ini akan mengalir pahala bagi pendiri mesjid, maka dalam hal ini kami ajak masyarakat mendekatkan diri kepada allah,” jelas Abu Tumin.

Dengan pembangunan Mesjid yang kita cintai ini, maka mari kita jaga keteetiban dalam mesjid sehingga nyaman bagi orang yang beribadah.

Abu Berpesan dalam menjalani kehidupan ini, seyogianya lmu bermanfaat bagi masyarakat agar terus dikembangkan sehingga pembangunan sarana ibdah dan sarana umum lainnya senantiasa bermanfaat bagi umat Islam, kuatkan iman dan kuatkan jiwa untuk terus menuntut ilmu sebagai amal di hari kelak,nyakni hari Pembalasan. (ADV).

  • Bagikan