Walikota Banda Aceh Gagal Membangun Inprastruktur Sesuai Visi dan Misi

  • Bagikan

BERITAACEH.co Banda Aceh | Walikota Banda Aceh Aminullah Usman gagal membangun infrastruktur di kota Banda. Sementara Jabatan Walikota dan Wakil Walikota pada tahun 2022 akan berakhir.

Pengamat kebijakan publik, DR Nasrul Zaman, ST., M.Kes mengatakan, selama Aminullah Usman menjabat sebagai Walikota pembangunan infrastruktur jalan, tata ruang, ruang penghijauan dan kawasan wisata tidak tidak tertata.

“Coba lihat sekarang adakah berubahan kota Banda Aceh. Proses pembangunan hanya berjalan ditempat,” katanya.

Dia menyebutkan, seharusnya Aminullah haru menorobos pembangunan infrastruktur struktur di Kota Banda Aceh. Lantas banyak masyarakat menunggu-nunggu perubahan pembangunan baru.

“Bagaimana disebut kota Madani, infrastruktur tidak memadai, sesuai dengan visi dan misi yang digadang-gadangkan,” ungkap, Jumat, (24/12/2021).

Menurut Nasrul Zaman, pemerintah Kota Banda Aceh, harus menerobos jalan-jalan desa, untuk mempermudahkan dilalui kendaraan, sebab kondisi jalan di desa-desa kota Banda Aceh sempit.

“Seharusnya, Aminullah harus memikirkan dan membangun jalan desa, coba bayangkan seandainya ada terjadi kebakaran, sungguh armada tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Disisi lain katanya, Aminullah harus menyediakan Hydrant, untuk mempermudahkan jika ada terjadi kebakaran di Kota Banda Aceh di sejumlah desa, Hydrant itu terhubung langsung dengan Pipa PDAM.

“Seadainya ada kebakaran sangat mudah, Armada pemadam mengisikan air. Kondisi sekarang tidak disediakan, oleh Pemerintah Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Tambah Nasrul Zaman, banyak program yang digadang-gadangkan Aminullah gagal, seperti program pusat zikir, telah diwacanakan dan dipusatkan di Ulee Lheue yang telah dianggarkan anggaran mencapai 200 miliar lebih gagal dibangun. Termasuk program lain yang gagal dibangun.

“Proram Aminullah ada yang berhasil ada yang gagal, untuk program pemberdayaan ekonomi kecil berhasil,” ungkapnya.

  • Bagikan