Polisi Bongkar Prostitusi Online, 8 Hidung Belang dan 1 Mucikari Diamankan

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, berhasil membongkar prostitusi anak dibawah umur, 8 pria hidung belang dan 1 Mucikari Wanita diamankan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, S. Tr. K., membenarkan, telah mengamankan sembilan tersangka inisial MY (45), AS (28), AR (63), AM (51), IS (68), YN (53), IB (51), RZ (54), dan NR (61) asal Aceh Utara dan Aceh Timur.

Menurut Nico terbongkar prostitusi online berawal korban masih dibawah umur hamil. Ayah korban menanyakan, akhirnya korban membongkar yang libatkan sembilan orang.

“Para tersangka berasal dari empat kecamatan, yaitu Tanah Jambo Aye (Aceh Utara), Baktiya (Aceh Utara), Kecamatan Madat (Aceh Timur) dan Kecamatan Pante Bidari (Aceh Timur),” ungkap Kasat Reskrim, Jumat, (17/12/2021).

Kata Iptu Noca, selain sejumlah pria hidung belang, beberapa tersangka memiliki tugas berbeda, termasuk tersangka NR, yang bertugas sebagai mucikari atau mencari pelanggan.

“Kasus itu dilaporkan oleh ayah tepatnya sehari setelah ia mendapat informasi anaknya telah hamil,” ungkapnya.

Sementara kasus pemerkosaan dan perdagangan anak di bawah umur itu terjadi sejak Juni hingga Oktober 2021 lalu di tempat berbeda, ayah korban yang tinggal di luar Aceh Utara mendapat telfon dari seorang saksi yang mengatakan, bahwa korban telah hamil.

“Mendengar berita itu, sang ayah langsung menemui anaknya,” ungkapnya.

Kepada ayahnya, lanjut Kasat Reskrim, korban mengaku telah diperkosa oleh tersangka MY. Namun setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya menemukan sejumlah fakta.

“Korban tidak hanya pernah diperkosa, namun juga menjadi korban perdagangan anak yang dilakukan oleh tersangka NR,” tegasnya.

Menurut pengakuan korban sejak Juni 2021, tersangka NR telah menawarkan korban kepada tersangka MY, AS, AM, YN, IB dan RZ dengan tarif Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu untuk sekali kencan.

“Sementara NR mendapat upah antara Rp 20ribu hingga Rp 100ribu per orang. Dalam aksinya, NR dibantu tersangka AR sebagai penyedia tempat dengan lokasi kencan rumah AR, tarif tempat Rp 50ribu,” terang Noca.

Tak hanya itu, tambahnya, tersangka NR juga bekerjasama dengan tersangka IS tukang ojek yang bertugas mengantar jemput korban. Upah sekali antar jemput sekitar Rp 10ribu hingga Rp 20ribu.

“Saat ini sembilan tersangka telah diamankan ke Polres Aceh Utara guna proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Nico.

Bersamanya, turut diamankan barang bukti 9 unit handphone para tersangka, pakaian korban, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX.

“Kita juga telah melakukan visum et refertum terhadap korban,” pungkas Iptu Noca Tryananto.

  • Bagikan