Tak Ada Biaya Untuk Perawatan, Balita Lahir Tanpa Batok Kepala, Terpaksa Dibawa Pulang ke Rumah

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Fajar (20 bulan), balita asal desa Riseh Baroh, Kecamatan, Sawang Aceh Utara, ini lahir tanpa batok kepala, terpaksa dibawa pulang dari rumah sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe.

Putra pasangan Afriani Dan Haisida ini lahir secara normal di kediaman, meski mengalami cacat Tampa batok kepala. Namun setelah balita itu lahir terpaksa dirujuk kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

” Ja’far lahir normal Meski sekarang kondisinya sehat, namun kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Kemarin tanggal 17 november 2021 baru dibawa pulang dari Rumah sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe,” kata Afriani, ibu kandung Ja’far, Rabu, (22/11/2021).

Afriani mengakui, balita Ja’far membutuhkan perawatan secara intensif, karena tidak ada biaya perawatan terpaksa dikeluarkan dari rumah sakit.

“Teringat harus membantu suami sehingga tidak memungkinkan berlama-lama tinggalkan di rumah sakit, ujar afriani dengan raut muka sedih.

Afriani mengakui tinggal di gebuk kayu sederhana ukuran 6×6 meter. Sedangkan suaminya, sebagai buruh bangunan.

“Saya tidak ada biaya untuk perawatan Ja’far, terpaksa kami bawa pulang,” ungkapnya.

Sementara itu Desi Andi salah satu penggiat sosial yang juga ikut mengunjungi anak malang tersebut mengatakan, setelah saya liat dek fajar itu harus segera di rawat secara intensif dan perlu penanganan dari empat dokter,dokter spesialis anak, dokter paru, dokter mata dan dokter ahli gizi karena melihat kondisinya yang sangat memprihatikan.

“Karena itu kami berinisiatif membuka donasi dengan harapan bisa mengurangi beban keluarga ibu Afriani” ungkap Desi.

Jadi untuk teman dan saudara semua boleh langsung membantu ibu Afriadi dengan cara di transfer  Rekening Bank BSI Atas Nama Afriani (Ibu Kandung) nomor Rek 1057325263 dan nomot handphone +6282277531757 Ayahanda dek Fajar Haisida.

“Semoga kita semua senantiasa diLapangkan dan dimudahkan segala urusan” tutup Desi Andi.

  • Bagikan