Pengakuan Camat, Balita Ja’far Ternyata Pernah Dirawat Beberapa Rumah Sakit, Akan Dirujuk ke RS Zainal Abidin

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara | Balita Ja’far yang lahir tanpa batok kepala ternyata pernah dirawat beberapa rumah sakit rumah paska dilahirkan ibu kandungnya. Namun balita Ja’jar terakhir dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM).

“Balita Ja’far, pernah dirawat di Rumah Sakit Fauziah Bireuen, Arun Hospital, dan terakhir RSUCM, juga dipantau oleh tim medis Puskesmas Sawang,” kata, Kabag Humas dan Protokoler Aceh Utara, Hamdani, S.Ag, Kamis, (25/11/2021).

Awalnya kata Hamdani, Muspika telah berkoordinasi dengan Puskesmas, bahkan pihak Muspika telah meninjau ke rumah orang tua Ja’far. Kondisi balita itu baik dan sehat, termasuk untuk pengobatan selanjutnya akan di rujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

“Alhamdulillah keluarganya berhasil kami bujuk unt setuju kami rujuk ke RS Zainal abidin untuk mendapat pengobatan lanjutan pada pasien M.fajar,” Ungkap Hamdani.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fajar (20 bulan), balita asal desa Riseh Baroh, Kecamatan, Sawang Aceh Utara, ini lahir tanpa batok kepala, terpaksa dibawa pulang dari rumah sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe.

Putra pasangan Afriani Dan Haisida ini lahir secara normal di kediaman, meski mengalami cacat Tampa batok kepala. Namun setelah balita itu lahir terpaksa dirujuk kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

” Ja’far lahir normal Meski sekarang kondisinya sehat, namun kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Kemarin tanggal 17 november 2021 baru dibawa pulang dari Rumah sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe,” kata Afriani, ibu kandung Ja’far, Rabu, (22/11/2021).

Afriani mengakui, balita Ja’far membutuhkan perawatan secara intensif, karena tidak ada biaya perawatan terpaksa dikeluarkan dari rumah sakit.

“Teringat harus membantu suami sehingga tidak memungkinkan berlama-lama tinggalkan di rumah sakit, ujar afriani dengan raut muka sedih.

Afriani mengakui tinggal di gebuk kayu sederhana ukuran 6×6 meter. Sedangkan suaminya, sebagai buruh bangunan.

“Saya tidak ada biaya untuk perawatan Ja’far, terpaksa kami bawa pulang,” ungkapnya.

Sementara Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) tetap merawat pasien. Namun untuk biaya perawatan ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).

“RSUCM, tetap menerima pasien, dan pasien tetap Kami Rawat. Sebab biaya perawatan pasien geratis, di tanggung BPJS,” kata Jalaluddin S.km, M.kes
Kabag Tata Usaha RSUCM, Rabu, (24/11/2021).

Sementara untuk biaya yang merawat atau keluarga pasien pihak rumah sakit tidak menyediakan anggaran.

“Untuk pasien kurang mampu tanggung jawab kita semua. Semoga Allah menunjukkan hamba – hamba yang peduli,” ungkap

  • Bagikan