Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Harus di Kelola BUMD dan BUMG

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Sektaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ismali A Jalil mendesak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mengambil alih terkait Pendistribusian Pupuk Bersubsidi melalui PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Ayah menyebutkan kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea, SP 36, ZA, NPK terus berlanjut di Aceh terus berlanjut. Dugaan ada permainan antara distributor melalui kios pengecer.

“Dugaan Saya ada permainan. Buktinya ketika petani membutuhkan, ketersediaan pupuk kosong,” kata Ayah Wa, Rabu, (10/11/2021).

Menurut Ayah Wa, Pemerintah Aceh dan Dinas terkait harus mengambil sikap yang tegas untuk mengatasi kelangkaaan pupuk bersubsidi. Pasalnya pupuk subsidi sebagai kebutuhan utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pupuk kebutuhan pokok para petani. Seandainya pupuk itu langka pasti penghasilan petani menipis,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, PT PIM harus melibatkan Badan Usaha Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Gampong (BUMG) di Aceh, sebagai sebagai distributor. Namun keterlibatan kedua lembaga akan berdampak penghasilan pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan asli Gampong (PAG).

“Intinya daerah menguntungkan dan Gampong juga menguntungkan. Saya yakin persoalan krisis pupuk pasti teratasi,” ungkapnya.

Ayah Wa menyebutkan Pemerintah Aceh dan Dinas terkait segera mengejar daftar dalam Aplikasi elektronik Recana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) agar dapat pupuk subsidi dari pemerintah pusat.

“Sehingga petani-petani mendapat pupuk tepat waktu,” harapnya.

Disisi lain, Pemerintah Aceh sikap yang tegas terhadap distributor hingga ke kios-kisos pengenceran, sehingga tidak ada permainan saat penyaluran pupuk bersubsidi.

“Pak Gubernur harus tegas, sebab persoalan krisis pupuk kian lama terjadi di Aceh. Sayangnya hingga kini Pemerintah Aceh dan Dinas terkait tutup mata” ungkapnya.

  • Bagikan