Penderita Gangguan Jiwa Berkelayuran di Kabupaten Kota, Pemerintah Aceh Harus Tanggungjawab

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Sejumlah penderita gangguan jiwa mulai berkelayuran disejumlah Kabupaten Kota provinsi Aceh. Pasalnya kondisi ini sangat memperihatinkan, lantas dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) belasan triliun pertahun.

Tgk. T. Abdul Muthalib alias Abon Taleb menyebutkan, kondisi penderitaan gangguan jiwa sangat memperihatinkan di Aceh. Jumlah diperkirakan mencapai ratusan orang.

“Penderita gangguan jiwa juga berkelayuran disejumlah pasar, maupun jalan-jalan di Provinsi Aceh. Selain itu juga akan berdampak mengancam orang lain,” katanya, Jumat, (26/11/2021).

Menurut Abon Thaleb, Pemerintah Aceh, Legeslatif, dan seluruh umat Islam di Aceh harus bertanggung jawab, penderita gangguan jiwa itu sangat memperihatinkan, selain kondisi pakaian lusuh atau tak layak pakai, juga kondisi fisik penuh kotoran daki.

“Coba kita lihat sekarang, penderita gangguan jiwa itu untuk makan sehari-hari Meraka mengutip nasi yang dibuang ke tong sampah,” jelasnya.

Bayangkan, setiap tahun Pemerintahan Aceh menganggarkan APBA belasan Triliun. Namun anggaran yang dialokasikan itu tidak tersentuh terhadap penderita gangguan jiwa.

“Anggaran telah tersedia, mengepa pemerintah Aceh membiarkan saja. Perlu Saya ingatkan pasiltas tersedia,” ungkap.

Pemerintah Aceh dan Dinas terkait segera mengambil langkah-langkah dan membentuk tim khusus penanganan penderita gangguan jiwa yang berkelayuran di jalan, untuk merujuk ke rumah sakit jiwa.

“Anggaran telah tersedia di rumah sakit melalui BPJS. Misalnya ada gangguan jiwa yang belum memiliki KTP, tinggal diurus saja di Kabupaten/kota. Saya rasa itu mudah sekali, Gubernur Aceh, Bupati dan Walikota, jangan mengembalikan masalah itu, nanti di akhirat akan ditanya,” papar Abon Thaleb

Abon Thaleb menegaskan, Pemerintah Aceh, Legeslatif, dan seluruh umat Islam di Aceh segara mengambil langkah – langkah untuk merawat atau merujuk kerumah sakit. Sebab jika tidak yang peduli terhadap penderita gangguan jiwa yang berkelayuran di jalan atau dipasar, Allah akan menurunkan azab.

“Kalau masalah ini dibiarkan saja, tunggu azab Allah akan datang. Umat Islam masuk Syurga tidak cukup hanya beribadah dan berzikir, membantu penderita orang sakit jiwa juga amal saleh,” ungkap Abon Thaleb.

Selain itu Abon Taleb juga mengajak kepada umat Islam di Aceh, agar membantu orang penderita gangguan jiwa, baik dari segi makanan mau pun kebutuhan lainya.

“Mereka juga manusia. Membutuhkan makan dan minum, jadi bantu lah mereka yang di jalan-jalan, agar umat Islam di Aceh tidak kenak azab sama Allah,” tegas Abon Thaleb.

  • Bagikan