Ketua DPR Aceh Ingatkan, Gubernur Harus Menurunkan Angka Kemiskinan di Aceh

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaludin berharap Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, harus memfokus untuk menekan angka kemiskinan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022.

Menurut Dahlan, Pemerintah Aceh harus harus memfokus sesuai RPJMA yang telah dirancangkan untuk sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Aceh yang tertuangkan Pendapat dalam Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (R-APBA) 2022.

“DPR Aceh perlu mengingatkan kembali kepada saudara Gubernur Aceh dan jajaran Pemerintah Aceh agar senantiasa memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pembangunan,” ungakpnya, Selasa, (30/11/2021).

Selain itu kata Dahlan, Pemerintah Aceh harus meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan, distribusi, dan pemerataan pembangunan, serta fokus mengurangi angka kemiskinan yang saat ini masih sangat tinggi di Aceh.

“Angka kemiskinan dan pengangguran harus digenjot,” ungkap Dahlan.

Dahlan menyampaikan, DPR Aceh juga mengingatkan agar Pemerintah Aceh berupaya maksimal untuk memenuhi target rencana kerja RPJMA 2017-2022 di tahun terakhir pemerintahan Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada 2022.

“Sebelumnya, pendapat Badan Anggaran terhadap R-APBA 2022 disampaikan setelah Badan Anggaran DPR Aceh bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh selesai membahas Nota Keuangan dan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2022 sejak 23 hingga 27 November 2021,” ujarnya.

Nota Keuangan dan R-APBA 2022 tersebut diserahkan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ke DPR Aceh dalam rapat paripurna DPR Aceh pada 22 November 2021.

Berdasarkan komposisi APBA 2022 kata Dahlan,  Pendapatan adalah, Rp13.352.983.387.589, terdiri dari Pendapatan Asli Aceh Rp2.568.193.356.058 dan Pendapatan transfer Rp10.748.790.031.531.

Sementara Anggaran Belanja adalah Rp16.170.650.661.227, yang terdiri dari Belanja Operasi Rp8.718.985.594.715, Belanja Modal Rp2.808.291.128.871, Belanja Tak Terduga Rp96.765.752.334, Belanja Transfer Rp3.276.929.813.272, dan Sisa Rp1.269.678.372.085. Untuk surplus/defisit adalah senilai Rp2.817.667.273.668.

Selanjutnya adalah Pembiayaan. Untuk Penerimaan Pembiayaan Rp3.413.167.273.688. Untuk Pengeluaran Pembiayaan Rp595.500.000.000. Untuk Pembiayaan Netto (PN) adalah Rp2.817.667.273.688.

“Dinamika dan gagasan yang berkembang dalam pembahasan bersama dijadikan sebagai bahan referensi Badan Anggaran DPR Aceh dalam melakukan penyusunan pendapat Badan Anggaran terhadap R-APBA 2022,” ucap Dahlan.

Meski masa pembahasan relatif singkat, kata Dahlan, legislatif dan eksekutif tetap berpedoman pada tertib administrasi.

“Hal itu dilakukan dengan tidak mengurangi makna, substansi, serta isi rancangan qanun yang dibahas Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh,” tegas Dahlan. (Parlementaria)

  • Bagikan