Terlibat Kasus Narkoba, Eks Anggota DPRK Bireuen Dituntut Hukuman Mati

  • Bagikan

BERITAACEH.CO, Idi | Terdakwa mantan Anggota DPRK Bireuen Usman Sulaiman, dituntut hukuman mati. Dia dinyatakan terlibat dalam kasus narkoba jenis Sabu.

Sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP PN) Idi Aceh Timur. http://sipp.pn-idi.go.id/detil_perkara, sidang tersebut digelar Rabu 27 Oktober 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur meminta, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Idi yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan:

1. Menyatakan terdakwa Usman Sulaiman Alias Muhamad Arifin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah “Melakukan permufakatan jahat tindak pidana Narkotika, secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih 5 (lima) gram” sebagaimana dimaksud dalam dakwaan pertama Penuntut Umum yaitu melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sulaiman Alias Muhamad Arifin dengan Pidana Mati.

3. Menyatakan barang bukti berupa:
10.734 gram sabu, 7.498 gram sabu, 8.433 gram sabu, satu buah HP merk Nokia 105 warna hitam, satu buah HP merk Samsung Galaxy A71 warna silver, satu buah HP Nokia GSM warna hitam, satu HP merk realme warna abu abu, satu HP merk Nokia warna hitam, dua HP merk Nokia 105 warna hitam. Dirampas untuk dimusnahkan.

Selanjutnya, satu kendaraan merk Fortuner warna putih dengan BL 1598 JR beserta STNK, satu kendaraan merk Ford Ranger Double Cabin warna hitam No.Pol: BM 8330 TM berikut STNK serta BPKBnya. Dirampas untuk negara.

Kemudian, satu buah KTP atas nama Usman Sulaiman, satu buah KTP  Mahmuddin Hasan, dan satu buah KTP Rajali Usman.
Dikembalikan kepada pemiliknya.

Dikutip dari Antara. Tuntutan tersebut dibacakan JPU Cherry Arrida, dengan Ketua majelis hakim Apri Yanti, hakim anggota Khalid dan Irwandi.

Sidang berlangsung secara virtual diikuti terdakwa dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Idi.

Selain Usman Sulaiman, dua terdakwa lain juga dituntut hukuman mati mereka adalah Mahmuddin Hasan, dan Rajali Usman.

  • Bagikan