Kombatan GAM, Hilang Saat Kontak Tembak, Kini Ditemukan Jadi Tulang Belulang

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Selatan | Warga di Trumon Timur, Aceh Selatan digegerkan dengan penemuan tulang belulang yang diduga milik kombatan GAM bernama Zainal, Senin (25/10/2021).

Penemuan ini berawal dari informasi, Habsah, 42 tahun, dari Desa Iee Jeureuneh yang sedang bekerja di kebun Kelapa Sawit di daerah Desa Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Saksi mengatakan bahwa di tempat dirinya bekerja ada menemukan sebuah tulang belulang (kerangka Manusia). Di perkirakan tulang – tulang manusia yang ditemukan telah lama meninggal.

“Akhirnya beliau melapor ke tokoh masyarakat setempat dan kemudian oleh beberapa tokoh masyarakat dan dibantu personil Kompi 1 Batalyon C Pelopor mengambil tulang belulang tersebut untuk dimakamkan,” ujar sumber wartawan di sana.

“Sewaktu itu juga saudara Habsah dengan dibantu anak nya untuk mengumpulkan sebagian tulang yang ada. Dan di perkirakan masih ada tulang tulang lain yang tak terlihat,” ujar sumber tadi.

Dari hasil temuan di lapangan, diketahui bahwa kerangka tersebut milik Zainal, kombatan GAM yang menghilang usai kontak tembak sekitar tahun 2004. Pada 2004, Zainal diketahui masih berumur 19 tahun.

“Saat itu terjadi kontak tembak dengan aparat keamanan. Saat terkena tembakam Zainal Abidin menyuruh rekan-rekan untuk pergi duluan. Saat perang sudah reda, pasukan kembali turun tapi mereka tidak menemukan lagi Zainal Abidin,” ujar Panglima Wilayah Lhoktapaktuan, Nek Rayeuk.

Kini, tulang belulang milik Zainal telah diserahkan ke keluarga untuk dilaksanakan Fadhu Kifayah.

“Biarpun Zainal ditemukan setelah 16 tahun damai, ini duka yang mendalam bagi kami. Almarhum adalah orang yang setia,” kata Nek Rayeuk lagi.

Tulang belulang milik almarhum Zainal rencananya akan dikebumikan di pemakaman Umum Desa Jambo Papen Kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan.

Sementara, Panglima Wilayah Lhoktapaktuan, Neuk Rayeuk, mengaku sangat sedih tapi bersyukur atas penemuan tulang belulang milik almarhum Zainal, kombatan GAM yang ‘berstatus’ menghilang usai kontak tembak sekitar 2004.

“Saat itu Aceh masih berkonflik,” ujar Nek Rayeuk.

“Setelah damai, dia akhirnya bisa tenang. Walaupun kami cuma bisa membawa pulang tulang belulang, minimal keluarga yang ditinggalkan kini tahu pusarannya di mana,” kata Nek Rayeuk.

“Ada banyak tentara GAM yang kini bahkan kami takt ahu di mana kuburannya.”

“Beliau (Zainal-red) orang yang setia,” ujar dia lagi. | Atjehwach.com

  • Bagikan