Disdik Wajibkan Orang Tua Siswa Suntik Vaksin, Ini yang Terjadi Jika Tolak Vaksinasi

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Bali – Satgas Covid-19 Buleleng memberikan aturan tambahan pada masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Siswa yang hendak mengikuti PTM, orang tuanya harus mendapat vaksin covid-19.

Aturan tambahan itu berlaku bagi siswa PAUD maupun SD.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, aturan tambahan itu bersifat mengikat.

Aturan diberlakukan, mengingat siswa SD dan PAUD rata-rata belum mendapat vaksin covid-19.

Sebagai bentuk perlindungan, maka orang tua mereka yang wajib mendapat vaksin.

“Siswa PAUD dan SD, anak-anak itu kan belum dapat vaksin.

Maka orang tuanya yang harus sudah divaksin. Kalau orang tuanya belum vaksin, maka anaknya belum bisa ikut PTM.

Kecuali orang tuanya punya penyakit bawaan, bisa dikecualikan,” kata Astika dilansir dari Radarbali.id.

Meski tak bisa mengikut PTM, bukan berarti siswa itu tidak bisa mengikuti pembelajaran.

“Mereka masih bisa tetap mengikuti pembelajaran. Sekolah wajib memfasilitasi mereka, entah itu secara daring atau pembelajaran jarak jauh,” tegasnya.

Satgas Covid-19 Buleleng sendiri melakukan pemantauan pelaksanaan PTM di sejumlah titik.

Di antaranya di SMAN 1 Singaraja dan SDN 3 Banjar Jawa.

Pelaksanaan PTM di kedua sekolah itu berjalan dengan relatif lancar.

Di SDN 3 Banjar Jawa, proses pembelajaran berlangsung dengan ketat.

Meja siswa dibatasi dengan papan akrilik transparan. Sehingga mencegah potensi penyebaran droplet.

Hanya saja satgas memberi catatan agar pendingin ruangan dimatikan selama proses PTM. Siswa harus mendapat sirkulasi udara langsung.

Hal serupa juga terlihat di SMAN 1 Singaraja. Di sekolah tersebut ada 11 orang siswa yang tetap mengikuti PTM, meski belum mendapat vaksin.

Siswa itu memang belum mendapat vaksin, karena sempat terpapar covid-19 pada kurun waktu Juli hingga Agustus lalu.

  • Bagikan