Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pengamanan Pantai Cunda – Meuraksa MaTA Laporkan Kejari Lhokseumawe Kejagung

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Banda Aceh – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) melaporkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penggungkapan kasus dugaan korupsi pembangunan pengamanan pantai Cunda-Meuraksa, menghabiskan anggaran Rp. 47 miliar lebih.

Koordinator  MaTA Alfian menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, patut diduga kinerja Kejari Lhokseumawe masih sangat jauh dari harapan publik.  

Bahkan kuat dugaan Kejari Lhokseumawe dan jajaran diduga kuat melindungi dalang dibalik kasus dugaan korupsi pembangunan pengamanan pantai Cunda – Meuraksa yang anggarannya bersumber dari anggaran daerah.

“Untuk itu, kami meminta kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk memeriksa kinerja Kejari Lhokseumawe dalam mengungkap kasus dugaan korupsi sebagaimana tersebut di atas,” katanya, Minggu,( 5/9/2021).

Sebagai informasi, data yang kami peroleh dari LPSE Propinsi Aceh dan data LPSE Kota Lhokseumawe, Pembangunan Pengamanan Pantai Cunda-Meuraksa dilakukan sejak tahun 2013 sampai 2019 dengan rician pagu sebagai berikut:

Sebagai informasi data dari LPSE Propinsi Aceh dan data LPSE Kota Lhokseumawe, Pembangunan Pengamanan Pantai Cunda-Meuraksa dilakukan sejak tahun 2013 sampai 2019 dengan rician pagu sebagai berikut Tahun 2013 Rp. 5.316.400.551,00, kemudian 2014 Rp. 3.400.000.000,00, tahun 2015 Rp12.930.600.000,00, tahun 2016 Rp12.930.600.000,00 Pagu anggarannya dan pemenang lelang juga sama seperti tahun anggaran 2015 2019 Rp6.838.202.000,00

“Dalam mata anggaran tertulis Pembangunan Pengamanan Pantai Cunda Meuraksa tahap II (Tuntas) 2020 Rp4.901.900.000,00 Kuat dugaan, pengalokasian tahun 2020 ini fiktif sebab di tahun 2019 sudah dinyatakan tuntas Total Rp. 47.108.502.551,00 Meskipun pembangunannya telah dianggap tuntas pada tahun 2019,” jelasn Alfian.

Lanjuta Alfian, pembangunannya telah dianggap tuntas pada tahun 2019 akan tetapi hingga tahun 2021 pembangunan tersebut belum benar-benar tuntas dan bahkan pada tahun 2020 masih juga dialokasikan anggaran untuk pembangunnya.

“Hal ini diduga kuat telah terjadi praktek penyimpangan sehingga menjadi temuan kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejari Lhokseumawe,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, setelah serangkaian penyelidikan dilakukan atas temuan tersebut, berdasarkan pantauan MaTA, Kejari Lhokseumawe patut diduga berupaya melindungi aktor utama dibalik kasus tersebut sehingga pengungkapannya tidak ada perkembangan sama sekali bahkan bisa disebut jalan di tempat.

“Sebagai gambaran, berikut kami sampaikan kronologis pengungkapan kasus dugaan korupsi tersebut oleh Kejari Lhokseumawe,” tegasnya.

Sebelumnya, BPKP Perwakilan Aceh telah melakukan audit investigatif atas proyek pembangunan tersebut dan ditemukan adanya potensi kerugian negara. Namun Kejari Lhokseumawe sendiri telah berupaya melakukan ekposes kasus tersebut dengan Kajati Aceh meskipun batal karena padatnya jadwal Kajati Aceh

“Untuk itu, sudah sepatutnya Jamwas Kejagung RI melakukan pemeriksaan atas kinerja Kejari Lhokseumawe untuk memastikan aparat penegak hukum dilingkungan Kejagung RI tidak berupaya melakukan praktek mafia kasus yang nantinya akan mencoreng citra baik Kejagung RI,” jelasnya.

Disisi lain, MaTA berharap agar Kejagung RI dapat mensupervisi pengungkapan kasus dugaan korupsi pembangunan pengamanan pantai Cunda-Meuraksa. Pasalnya kasus dugaan korupsi ini sudah menjadi perhatian publik di Aceh dan sangat mengharapkan proses pengusutannya dapat dilakukan secara serius.

“Kajian MaTA para oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut sangat berani dan sengaja menggelapkan anggaran daerah dengan cara mengalokasikannya melalui APBK Lhokseumawe tahun anggaran 2020,,” tegas Alfian.

Sebelumnya Kata Alfian, pihak rekana telah mengembalikan uang ke kas Umum Daerah Kota Lhokseumawe menerima penyetoran uang ke rekening 030.01.02.580022-5 sebesar Rp 4.271.653.127 dari pihak rekanan pembangunan proyek tanggul Cunda-Meuraksa.

Hingga berita ini diturunkan Wartawan BERITAACEH.co, belum berhasil mengkonfrmasi Kejari Lhokseumawe, terkait pernyataan MaTA.

  • Bagikan