Istri di Aceh Utara Ramai-Ramai Gugat Cerai Suami ke Mahkamah Syariah

  • Bagikan

BERITAACEH.co, Aceh Utara – Perceraian di Aceh Utara tahun 2021 mengalami peningkatan drastis. Para penggugat kebanyakan wanita usia muda, gugatan cerai agar dapat berpisah dengan suaminya.

Seperti yang di kutip Portalsatu.com, Mahkamah Syariah Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara menerima 1.011 kasus gugat cerai dari Januari hingga Agustus 2021.

Dari jumlah tersebut 880 diantaranya sudah ada putusan. Sementara tahun sebelumnya jumlah kasus gugat cerai di Mahkamah Syariah Lhoksukon berjumlah 1.264 perkara.

Panitera Mahkamah Syariah Lhoksukon, Mawardi, Jumat, 3 September 2021 mengungkapkan, pendaftaran kasus gugat cerai didominasi oleh pihak perempuan (istri).

Manyoritas kasus gugat cerai tersebut disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran terus-menerus dalam rumah tangga dan faktor ekonomi.

“Untuk tahun ini, kami baru memiliki data per Januari-Agustus 2021. Sedangkan bulan September hingga Desember itu nanti dilihat kembali bagaimana update datanya sesuai perkara. Sebagai perbandingan bahwa pada 2020 sebanyak 1.264 perkara yang diputuskan,” jelas Mawardi.

Mawardi menambahkan, yang diterima  pada Januari-Agustus 2021 berjumlah 1.011 perkara, dan diputuskan baru hanya 880 perkara. Sedangkan cerai talak ada 107 perkara dan cerai gugat 373 perkara. 

Yang bercerai usianya itu bervariasi, ada pasangan yang masih muda masa pernikahan ataupun pasangan sudah lama.

“Untuk menekankan angka perceraian itu sangat perlu penguatan pendidikan dalam berumah tangga. Terlebih bagi pasangan yang baru melaksanakan ikatan pernikahan tersebut,” ungkap Mawardi. 

  • Bagikan