Kejari Aceh Besar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi 13,353 Miliar Ketahap Penyidikan

  • Bagikan

BERITAACEH | Aceh Besar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar meningkatkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Dermaga Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar, di Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun anggaran 2019 nilai kontrak Rp 13,353 ketahap penyidikan.

Kepala Kejari Aceh Besar Rajendra D Wiritanaya SH melalui Kepala Seksi Intelijen Deddi Maryadi SH mengatakan, proses pemeriksaan  pengusutan dugaan tindak pidana korupsi tersebut terus berlanjut, bahkan sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan..

“Penanganan kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah didapat bukti awal yang cukup di tahap penyelidikan. Namun, penyidik belum menetapkan tersangkanya,” kata Deddi Maryadi, Minggu, 9 Mei 2021.

Ia menerincikan, pembangunan Dermaga Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, dikerjakan Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun anggaran 2019 dengan pagu anggaran Rp17,459,999,601. Sedangkan nilai kontrak Rp13,353,329,000.

“Dalam pengerjaan pembangunan ditemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis pelaksanaan, sehingga berpotensi merugikan keuangan Negara,” ungkap.

Namun, kata Deddi Maryadi, penyidik belum sampai ke perhitungan kerugian negara. penyidik terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti siapa saja yang bertanggung jawab dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Kami segera memanggil dan memintai keterangan para pihak terkait pada tahap penyidikan. Sedangkan di tahap penyelidikan, ada 30 orang yang sudah dimintai keterangan, di antaranya dari Dinas Pengairan Aceh, konsultan, maupun rekanan,” pungkasnya.

  • Bagikan